JurnalLugas.Com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan rapat koordinasi (rakor) lanjutan terkait penanganan bencana alam di Sukabumi dan Cianjur. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan A. Yani, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Minggu (8/12/2024). Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, serta berbagai pejabat terkait lainnya.
Dalam laporan yang disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak mencapai 12 orang. Dari jumlah tersebut, 10 korban telah ditemukan, sementara 2 lainnya masih dalam proses pencarian.
“Kami akan melanjutkan pencarian hingga tiga hari ke depan, meskipun pihak keluarga telah mengikhlaskan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai aparat yang bertugas melayani masyarakat,” ujar Suharyanto.
Pemulihan Infrastruktur dan Logistik
Suharyanto juga melaporkan bahwa akses jalan yang sebelumnya terisolasi akibat banjir dan tanah longsor kini telah dibuka sepenuhnya. Meski demikian, beberapa titik masih memerlukan kewaspadaan, terutama bagi pengendara roda dua. Jalur transportasi dan distribusi logistik pun sudah berangsur normal.
“Pasokan BBM yang sempat terganggu kini sudah lancar. Sementara itu, pemulihan pasokan listrik dari PLN masih terus diupayakan di beberapa wilayah yang mengalami pemadaman,” tambahnya.
Pemadaman listrik dilakukan di sejumlah titik untuk menjaga keamanan masyarakat serta wilayah terdampak. Kondisi ini menjadi prioritas pemerintah agar penanganan bencana berjalan efektif.
Kerusakan Rumah dan Stimulan Bantuan
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah warga. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 428 unit rumah mengalami kerusakan berat, 230 unit rusak sedang, dan 602 unit rusak ringan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring pendataan yang berlangsung.
Untuk rumah yang rusak sedang dan ringan, pemerintah akan memberikan bantuan stimulan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Suharyanto menjelaskan, rumah dengan kerusakan sedang akan menerima bantuan sebesar Rp30 juta, sedangkan rumah dengan kerusakan ringan akan mendapatkan Rp15 juta.
“Bagi rumah yang rusak berat, ada tiga mekanisme penanganan, yaitu relokasi mandiri, relokasi terpusat, atau membangun kembali di lokasi asal tanpa relokasi,” ungkap Suharyanto.
Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menangani dampak bencana di Sukabumi dan Cianjur. Upaya pemulihan infrastruktur, distribusi logistik, hingga pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak dilakukan secara bertahap. BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana.
Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata sinergi antarinstansi dalam memastikan proses tanggap darurat berjalan cepat dan efektif. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, diharapkan kondisi di wilayah terdampak bencana dapat segera normal kembali.






