JurnalLugas.Com – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya terkait kritik sinis yang diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Saleh menilai bahwa respons terhadap kritik sinis tersebut justru dapat bersifat kontraproduktif.
Menurut Saleh, mereka yang bersikap sinis cenderung pesimis dan sering kali memberikan kritik yang tidak konstruktif. “Orang sinis selalu pesimis, selalu menyampaikan kritik, tidak konstruktif. Nada bicara selalu merendahkan, kurang empati, dan sering melemparkan humor hitam atau sarkas,” kata Saleh dalam pernyataannya pada Kamis, 2 Januari 2025.
Tidak Perlu Merespons Kritik Sinis
Sebagai Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh mengingatkan bahwa melayani kritik sinis dapat merusak komunikasi dan bahkan berpotensi menciptakan konflik, baik verbal maupun antarkelompok. Dalam pandangannya, Presiden Prabowo tidak perlu terjebak dalam dinamika tersebut.
“Melayani orang sinis pasti merugi. Itu menyebabkan rusaknya komunikasi. Bahkan, dalam titik tertentu akan menimbulkan konflik, baik secara verbal maupun antarkader dan simpatisan,” tambah Saleh.
Saleh juga memuji kesabaran Presiden Prabowo, yang menurutnya telah teruji dalam perjalanan politiknya. Kesabaran ini menjadi salah satu kunci kemenangan Prabowo dalam pemilu lalu.
Fokus pada Program Prioritas
Sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka efektif bekerja pada 21 Oktober 2024, fokus utama mereka adalah menjalankan program prioritas yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:
- Makan Bergizi Gratis: Program ini dijadwalkan diluncurkan pada 6 Januari 2025 sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Swasembada Pangan: Pemerintahan Prabowo-Gibran berupaya mencapai ketahanan pangan di beberapa daerah, sebagai bagian dari visi besar pembangunan berkelanjutan.
Dengan pendekatan kerja yang terencana, pemerintahan ini akan mencapai tonggak 100 hari pertama pada 21 Januari 2025. Program-program yang telah diluncurkan menunjukkan komitmen nyata Presiden Prabowo dalam menghadirkan perubahan positif bagi Indonesia.
Saleh mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintahan ini secara konstruktif dan menghentikan sikap sinis yang tidak membawa manfaat. “Dalam dinamika politik, empati dan dukungan konstruktif jauh lebih bernilai daripada sinisme yang hanya menambah keruh suasana,” tutup Saleh.
Untuk informasi dan analisis mendalam lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






