Ambisi Donald Trump Caplok Greenland Ini Kata Mark Rutte

JurnalLugas.Com – Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte di Ruang Oval, Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 14 Maret 2025 menyatakan keyakinannya bahwa AS akan mengambil alih Greenland. Pulau yang merupakan wilayah otonomi Denmark ini kembali menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial Trump.

Ambisi AS atas Greenland

Trump secara terang-terangan menyatakan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS adalah sesuatu yang akan terjadi. Bahkan, ia menyarankan agar NATO memainkan peran dalam memfasilitasi proses ini. Namun, Mark Rutte dengan tegas menolak terlibat, menegaskan bahwa NATO tidak memiliki wewenang dalam urusan tersebut.

Bacaan Lainnya

Keinginan Trump untuk mencaplok Greenland bukanlah hal baru. Sejak awal 2025, ia telah berulang kali menyuarakan keinginan tersebut, bahkan menyiratkan kemungkinan penggunaan kekuatan jika diperlukan.

Baca Juga  Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Sudah Berjalan Kuat

Mengapa Greenland Menjadi Incaran?

Greenland memiliki posisi strategis di kawasan Arktik dan kaya akan sumber daya alam seperti minyak, gas, serta mineral langka. Pulau terbesar di dunia ini juga berperan penting dalam dinamika geopolitik, terutama dengan meningkatnya ketegangan antara AS, Rusia, dan China di wilayah tersebut.

Selain faktor ekonomi dan militer, AS telah lama memiliki kehadiran di Greenland melalui pangkalan udara Thule, yang menjadi bagian penting dari sistem pertahanan rudal AS. Hal ini semakin memperjelas betapa pentingnya pulau ini bagi kepentingan strategis Washington.

Sejarah Greenland: Dari Koloni ke Otonomi

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953, sebelum akhirnya menjadi bagian integral dari Denmark dengan status warga negaranya yang setara. Pada 1979, pulau ini mendapatkan pemerintahan mandiri dan memperoleh otonomi lebih besar, meskipun Denmark tetap bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri dan pertahanan Greenland.

Sejak itu, penduduk Greenland semakin mengupayakan kemandirian penuh, meskipun ekonomi mereka masih sangat bergantung pada subsidi dari Denmark.

Baca Juga  AS Bergerak Senyap, CIA Dikabarkan Bangun Basis Awal di Venezuela

Pernyataan Trump mengenai Greenland berpotensi memicu ketegangan diplomatik antara AS dan Denmark. Pada 2019, ketika Trump pertama kali mengungkapkan minatnya untuk membeli Greenland, pemerintah Denmark dengan tegas menolak gagasan tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “absurd”.

Jika Trump benar-benar mendorong pengambilalihan Greenland, hal ini bisa mengarah pada krisis geopolitik baru, terutama di kawasan Arktik yang semakin diperebutkan oleh berbagai negara besar.

Ambisi AS untuk menguasai Greenland menunjukkan betapa strategisnya wilayah ini dalam percaturan global. Namun, dengan perlawanan kuat dari Denmark dan Greenland sendiri, upaya tersebut kemungkinan besar akan menghadapi tantangan besar.

Untuk informasi lebih lanjut tentang geopolitik dan isu-isu global terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait