Amelia Anggraini Serangan Brutal KKB di Yahukimo Lampaui Batas Kemanusiaan

JurnalLugas.Com – Serangan keji oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan 11 warga sipil di Yahukimo terus menuai kecaman. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bukti nyata bahwa KKB telah melampaui batas nilai-nilai kemanusiaan.

“Fakta bahwa korban adalah warga sipil mempertegas bahwa KKB telah melewati batas kemanusiaan,” tegas Amelia pada Jumat, 11 April 2025.

Bacaan Lainnya

Menurut Amelia, narasi yang berkembang mengenai korban sebagai agen intelijen TNI sama sekali tidak berdasar dan tidak memiliki bukti kuat.

“Tudingan bahwa korban adalah intelijen TNI tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak pernah terbukti,” lanjutnya.

KKB Dinilai Manfaatkan Kekerasan demi Simpati Internasional

Lebih jauh, Amelia mengungkapkan bahwa aksi-aksi kekerasan yang dilakukan KKB justru menjadi ironi dari upaya mereka dalam mencari simpati dunia internasional. Alih-alih mendapat dukungan, tindakan brutal tersebut malah memperlihatkan wajah kekejaman yang menyasar warga sipil tak berdosa.

“Kami mengutuk keras aksi biadab yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua,” ujarnya.

Dorongan Operasi Militer Terbatas dan Teknologi Pengintaian

Amelia mendorong pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempertimbangkan pelaksanaan operasi militer terbatas, khususnya di daerah rawan atau disebut sebagai zona merah. Ia menyarankan pendekatan teknologi seperti drone jarak jauh untuk menekan potensi jatuhnya korban sipil.

“Pendekatan berbasis teknologi, seperti penggunaan drone jarak jauh, harus dioptimalkan guna menekan risiko jatuhnya korban sipil,” ucapnya.

Blokade Logistik dan Kehadiran Nyata Negara

Langkah konkret lainnya yang disarankan adalah memperkuat operasi penyekatan logistik KKB, terutama di kawasan perbatasan, guna menghentikan aliran suplai dan mempersempit ruang gerak kelompok separatis tersebut.

Selain itu, Amelia mendesak agar pemerintah hadir secara nyata untuk memberi bantuan kepada keluarga para korban sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya.

“Negara tidak boleh tunduk pada tekanan sekelompok pihak yang ingin memaksakan agenda separatisme dan mendirikan negara dalam negara. Kedaulatan dan integritas wilayah NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Amelia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” katanya menutup pernyataan.

Serangan berdarah KKB di Yahukimo yang berlangsung pada 5–8 April 2025 telah menewaskan 11 warga sipil yang berprofesi sebagai pendulang emas. Aksi ini menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam konflik berkepanjangan di wilayah Papua.


Sumber berita independen dan terpercaya: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Survei Kepuasan Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Puan Kami Kawal

Pos terkait