JurnalLugas.Com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya angkat suara menanggapi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Timah Tbk yang menetapkan Kolonel Infanteri (Purn) Restu Widiyantoro sebagai Direktur Utama perusahaan tambang tersebut. Penunjukan ini sempat menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai keterlibatan unsur militer aktif dalam lingkup korporasi negara.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi, secara tegas menyatakan bahwa Restu Widiyantoro telah lama meninggalkan dinas militer aktif. Dengan demikian, statusnya saat ini adalah warga sipil dan tidak lagi memiliki keterikatan struktural dengan institusi TNI.
“Bapak Restu Widiyantoro adalah lulusan Akademi Militer tahun 1987 dan sudah memasuki masa pensiun sebagai prajurit TNI. Status beliau saat ini adalah purnawirawan,” ujar Kristomei dalam pernyataan resminya pada Minggu, 4 Mei 2025.
Menurutnya, tidak terdapat pelanggaran hukum atau etika atas pengangkatan purnawirawan dalam jabatan strategis di BUMN. Justru, hal tersebut menjadi wujud dari kontribusi para mantan perwira dalam bidang-bidang nonmiliter sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki.
Kristomei menegaskan bahwa pengangkatan tersebut bersifat murni profesional dan tidak berkaitan dengan unsur militer aktif. “Pascapensiun, beliau bukan lagi bagian dari struktur TNI. Maka, tidak ada konflik kepentingan dalam penunjukan tersebut,” tambahnya.
Kolonel Infanteri (Purn) Restu Widiyantoro sendiri memiliki rekam jejak militer dan akademik yang menonjol. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Korem 022/Pantai Timur, Irdam VI/Mulawarman, dan Komandan Kontingen Indonesia dalam misi perdamaian PBB, di mana ia turut didampingi oleh Dansatgas Indo Force Protection Company.
Di bidang akademik, Restu juga memiliki kredensial internasional. Ia memperoleh Diploma S2 dari King’s College London pada tahun 1997 dan menyandang gelar Master of Defence dari Cranfield Universities pada 1999. Pengalaman dan pendidikan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan PT Timah Tbk di tengah dinamika industri pertambangan global.
Penunjukan Restu Widiyantoro menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara profesionalisme manajerial dan nilai-nilai kedisiplinan militer yang adaptif terhadap dunia korporasi modern.
Untuk informasi terbaru dan laporan lengkap lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.






