JurnalLugas.Com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyambut baik rencana pertemuan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kedewasaan politik dan kesempatan strategis untuk merumuskan pemikiran-pemikiran besar demi kemajuan bangsa.
“Pertemuan antar tokoh nasional seperti ini sudah seharusnya dilakukan. Ini adalah hal yang positif,” ujar Bahlil kepada awak media pada Sabtu, 11 Mei 2025.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa dialog terbuka antara pemimpin bangsa menjadi forum penting untuk menyatukan visi membangun Indonesia. Ia juga menyoroti bahwa Prabowo sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh nasional lainnya.
“Presiden Prabowo sudah bertemu dengan tokoh-tokoh besar seperti Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, serta Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno. Ini langkah konkret untuk membangun konsensus nasional,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan bahwa saat ini sedang dilakukan pengaturan jadwal pertemuan antara Prabowo dan Megawati.
“Betul,” ujar Prasetyo singkat saat dikonfirmasi pada Jumat, 9 Mei 2025 di Jakarta.
Isyarat pertemuan ini mencuat usai Megawati menyampaikan pidato di ajang Trisakti Tourism Award, di mana ia secara berseloroh menyebut bahwa Prabowo pernah meminta dibuatkan nasi goreng olehnya. Pernyataan ini mengundang respons hangat dan dipandang publik sebagai sinyal komunikasi yang mencair antar elite politik.
Prasetyo memastikan bahwa pertemuan akan tetap berlangsung meski belum ditentukan waktunya secara pasti. “Sedang diatur, tenang saja,” ujarnya kepada wartawan.
Langkah rekonsiliasi dan komunikasi antar pemimpin bangsa seperti ini dinilai penting untuk meredam polarisasi serta menyatukan kekuatan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Untuk informasi politik dan berita terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






