Hasan Nasbi Ungkap Alasan Investor Ragu Masuk Indonesia Marak Premanisme!

JurnalLugas.Com – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi meluruskan persepsi publik yang belakangan ramai membicarakan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam gangguan terhadap iklim usaha di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menargetkan ormas secara keseluruhan, melainkan aksi premanisme yang merugikan dunia investasi.

Dalam pernyataannya pada Senin (26/5), Hasan menyoroti maraknya pemberitaan yang cenderung menyamaratakan seluruh ormas sebagai biang masalah. Ia menjelaskan bahwa tidak semua ormas bersifat negatif atau mengganggu, karena sebagian besar justru berperan aktif dalam mendukung demokrasi dan pembangunan sosial.

Bacaan Lainnya

“Ormas itu banyak jenisnya. Misalnya, Persatuan Wartawan Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah semuanya adalah ormas yang sah dan memiliki kontribusi besar bagi masyarakat,” ujar Hasan.

Baca Juga  Dudung Ungkap Pesan Keras Prabowo untuk Ormas Pemalak Masyarakat

Ia menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat tegas: pemerintah memprioritaskan penindakan terhadap praktik premanisme, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok terorganisir, yang telah meresahkan masyarakat dan menghambat masuknya investasi.

“Premanisme ini menjadi momok bagi investor. Banyak yang berniat menanamkan modal di Indonesia tapi akhirnya berpikir ulang karena harus menghadapi tekanan atau pungutan liar yang tidak semestinya,” jelas Hasan.

Pemerintah, lanjutnya, telah menginstruksikan aparat penegak hukum untuk segera melakukan kajian dan langkah konkret dalam menangani masalah ini. Tujuannya jelas: menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menjamin keamanan bagi pelaku usaha.

Baca Juga  Presiden Prabowo Perintahkan Pembentukan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Gantikan TKN

Hasan juga mengimbau media dan publik agar tidak menyamaratakan semua ormas. “Kita harus mulai membedakan secara jelas. Bukan ormas yang menjadi sasaran, melainkan tindakan premanisme yang merusak,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang lebih spesifik ini, pemerintah berharap terciptanya ruang usaha yang lebih aman dan menarik bagi investor, sekaligus tetap menghargai keberadaan ormas yang sah sebagai bagian dari pilar demokrasi.

Untuk berita terkini dan informasi mendalam lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait