PPP Memanas! Rusli Effendi Tolak Rommy Tawarkan Ketum ke Orang Luar

JurnalLugas.Com – Suhu politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai menghangat menjelang Muktamar X. Wakil Ketua Umum DPP PPP, Rusli Effendi, menegaskan pentingnya menjaga martabat partai dan menyayangkan manuver politik M. Romahurmuziy alias Rommy yang dinilai kontroversial.

Rusli secara tegas menolak wacana Rommy yang mencoba menawarkan posisi Ketua Umum PPP kepada tokoh eksternal, salah satunya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Bacaan Lainnya

“Saya pastikan, kader internal PPP masih sangat layak dan mumpuni untuk memimpin partai. Mereka telah berjuang dari bawah dan memahami karakter serta dinamika internal partai,” ujar Rusli Effendi, Selasa (27/5/2025).

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas langkah Rommy yang belakangan gencar melobi sejumlah figur nasional untuk maju sebagai calon ketua umum. Menurut Rommy, Andi Amran dinilai memenuhi kriteria kepemimpinan baik dari sisi ketokohan maupun kekuatan logistik.

Baca Juga  Harga HPP Gabah Dipermainkan Mentan Bareskrim Polri Kawal

Rommy menyebut Amran sukses memimpin Kementerian Pertanian di bawah Presiden Joko Widodo dan kini juga dipercaya Presiden Prabowo Subianto dalam program ketahanan pangan nasional. Latar belakang Amran sebagai pengusaha turut dianggap sebagai nilai tambah untuk menguatkan PPP dari sisi finansial.

Namun, Rusli menganggap langkah tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh senior partai.

“Itu tindakan yang tidak etis. Terlihat seperti memperlakukan PPP sebagai barang dagangan,” tegasnya.

Meski mengkritik keras, Rusli tetap membuka peluang bagi tokoh eksternal untuk bergabung ke PPP—tentu dengan mengikuti aturan main yang berlaku dalam partai.

“Kita sambut baik siapa pun yang ingin bergabung dan berjuang membangun bangsa. Namun, PPP punya mekanisme jelas yang diatur dalam AD/ART. Hal ini bukan hanya berlaku di PPP, tetapi juga di organisasi mana pun,” ujarnya.

Baca Juga  Hilirisasi Perkebunan Strategi Pemerintah Ciptakan 1,6 Juta Pekerjaan dan Dongkrak Ekonomi Petani

Kontroversi ini menjadi peringatan penting bagi seluruh kader agar tidak menggadaikan marwah partai demi kepentingan jangka pendek. PPP sebagai partai bersejarah, kata Rusli, harus dikelola dengan komitmen dan integritas tinggi, terlebih menjelang momen penting seperti Muktamar X.

Untuk berita politik lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait