JurnalLugas.Com — Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) tengah menggarap proyek besar penulisan ulang sejarah Indonesia yang akan dituangkan dalam 10 jilid buku. Proyek ini bukan sekadar pembaruan data, tetapi merupakan upaya monumental menyusun narasi sejarah yang lebih Indonesia-sentris dan inklusif.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa proyek ini telah berjalan sejak Januari 2025 dengan anggaran yang dinilainya tidak besar, yakni sekitar Rp9 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut sebanding dengan kompleksitas dan nilai strategis dari proyek ini.
“Anggarannya sekitar Rp9 miliar, saya lupa tepatnya, tapi tidak besar. Ini sudah berjalan sejak Januari,” ujar Fadli pada Jumat (30/5/2025).
Buku Sejarah 10 Jilid: Diluncurkan pada HUT ke-80 RI
Sebanyak 10 jilid buku sejarah akan disusun berdasarkan periodisasi sejarah nasional. Peluncuran dijadwalkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yaitu pada 17 Agustus 2025. Fadli menyebut momen kemerdekaan tersebut sebagai saat yang tepat untuk mempersembahkan karya sejarah baru bagi bangsa.
“Kita ingin, saat 80 tahun Indonesia merdeka, kita punya buku sejarah yang solid dan komprehensif,” tegasnya.
Libatkan 113 Penulis dari 34 Perguruan Tinggi
Penulisan ulang sejarah ini melibatkan 113 penulis dari berbagai latar belakang, mulai dari sejarawan, arkeolog, hingga akademisi lintas disiplin ilmu. Mereka berasal dari 34 perguruan tinggi dan 8 institusi berbeda di seluruh Indonesia. Proyek ini juga didukung oleh 20 editor jilid dan 3 editor umum yang bertugas menyusun narasi secara utuh dan konsisten.
“Tim ini sangat beragam dan mewakili keilmuan yang luas, termasuk profesor, doktor, arsitek, dan ahli humaniora. Semua bersinergi untuk menghadirkan sejarah yang lebih utuh dan objektif,” ujar Fadli.
Sejarah yang Lebih Merakyat dan Berimbang
Inisiatif ini disebut sebagai bagian dari koreksi narasi sejarah yang selama ini dianggap terlalu sentralistik dan kurang menggambarkan keragaman perspektif dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan pendekatan multidisipliner dan partisipasi luas, pemerintah berharap buku sejarah ini akan menjadi referensi utama yang mampu merekatkan semangat kebangsaan generasi mendatang.
Untuk informasi dan pembaruan terkini seputar kebijakan nasional dan isu strategis lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






