NICT Jepang Pecahkan Rekor! Internet Super Cepat Tembus 1,02 Juta Gbps

JurnalLugas.Com – Jepang kembali membuktikan posisinya sebagai pemimpin global dalam teknologi komunikasi. Lembaga riset teknologi informasi dan komunikasi milik pemerintah Jepang, National Institute of Information and Communications Technology (NICT), resmi mengumumkan pencapaian luar biasa dalam uji coba internet tercepat di dunia dengan kecepatan 1,02 juta Gbps atau 1,02 petabit per detik.

Teknologi ini bukan sekadar angka impresif ia merepresentasikan loncatan besar dalam kapasitas transfer data jarak jauh, yang bisa menjadi tulang punggung infrastruktur digital masa depan. Keberhasilan ini diraih melalui pengembangan serat optik 19-core yang dikombinasikan dengan sistem multiplexing divisi panjang gelombang (WDM). Teknologi WDM memungkinkan transmisi data dalam beberapa gelombang cahaya secara bersamaan, menjadikan kecepatan tinggi dan kestabilan berjalan seiring.

Bacaan Lainnya

Dalam uji coba, jaringan ultra-cepat ini menempuh jarak 51,7 kilometer tanpa kehilangan performa. Namun pencapaian sesungguhnya terjadi dalam eksperimen lanjutan, di mana NICT sukses mentransmisikan data dengan kecepatan 1,02 petabit per detik sepanjang 1.808 kilometer, mencatatkan rekor dunia baru dalam komunikasi serat optik.

Baca Juga  Investor Jepang Kembali Borong Obligasi Asing Sinyal Pulihnya Kepercayaan Pasar

“Dengan diameter selubung 0,125 mm yang sesuai dengan infrastruktur serat optik konvensional, sistem 19-inti ini mampu menciptakan produk kapasitas-jarak sebesar 1,86 exabit per detik x kilometer—angka tertinggi dalam sejarah transmisi optik jarak jauh,” tulis NICT dalam pernyataan resmi, Minggu (8/6/2025).

Para peneliti juga mengembangkan sistem amplifikasi optik baru untuk mendukung kapasitas besar ini, menjadikan teknologi ini relevan dan siap untuk diadopsi secara luas di masa depan. Dari kecerdasan buatan (AI), streaming resolusi 8K, hingga metaverse, berbagai layanan digital berat akan sangat terbantu oleh kemajuan ini.

China dan Indonesia: Potret Banding Kecepatan Internet Global

Sementara Jepang melesat dengan rekor barunya, China juga tak ketinggalan. Pada akhir April 2025, negara Tirai Bambu tersebut meluncurkan jaringan internet 10G pertama di dunia di kota futuristik Xiong’an. Dengan dukungan Huawei dan China Unicom, teknologi 50G-PON yang digunakan menjanjikan kecepatan unduhan hingga 10 gigabit per detik cukup untuk mengunduh film ukuran besar dalam hitungan detik atau menikmati siaran 8K tanpa buffering.

Sebaliknya, di Indonesia, tantangan kecepatan internet masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data Speedtest Global Index oleh Ookla per April 2025, Indonesia menempati peringkat ke-85 dari 104 negara untuk kategori internet mobile dengan kecepatan rata-rata 40,5 Mbps. Untuk fixed broadband, Indonesia ada di posisi 120 dari 155 negara dengan kecepatan rata-rata 34,37 Mbps, meski mengalami kenaikan tiga peringkat dari bulan sebelumnya.

Menuju Era Komunikasi Tanpa Batas

Rekor yang dipecahkan Jepang menunjukkan bahwa batasan kecepatan internet semakin bias. Jika teknologi ini dapat diimplementasikan secara massal, maka dunia akan memasuki era baru di mana akses digital ultra-cepat menjadi standar, bukan lagi kemewahan.

Seiring permintaan akan kapasitas data yang terus melonjak, terobosan seperti ini menjadi krusial. Bukan hanya untuk mendukung gaya hidup modern, tetapi juga dalam pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan efisien di seluruh dunia.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait