Dana Desa Lubuk Cuik Dipertanyakan Insentif Keagamaan Minim & Diduga Sarat Nepotisme

JurnalLugas.Com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lubuk Cuik, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, pada Kamis, 12 Juni 2025, menggelar kegiatan pembagian insentif bagi para pekerja keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor balai desa dan dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dari tujuh dusun.

Penerima insentif meliputi pekerja bidang keagamaan seperti gali kubur, bilal mayit, guru ngaji, serta petugas lainnya yang berperan penting dalam kegiatan keagamaan di desa.

Bacaan Lainnya

Nilai Insentif Dinilai Terlalu Kecil

Masing-masing penerima hanya mendapatkan insentif sebesar Rp150.000 untuk tahun 2025. Jumlah ini dinilai sangat minim, terutama jika dibandingkan dengan desa-desa lain di sekitar Lubuk Cuik, yang memberikan insentif hingga Rp800.000 per tahun.

Baca Juga  Pj Kades Lubuk Cuik Janji Insentif Pekerja Keagamaan Cair "Aman Tu"

“Kok segini ya? Kampung lain Rp800 ribu, ini Rp150 ribu. Seperti tidak menghargai. Padahal dana desa itu nilainya miliaran,” ujar seorang bilal mayit dari Dusun 7 Simpang Nangka, Jumat, 13 Juni 2025.

Isu Dana Hanya Rp10 Juta dan Dugaan Nepotisme

Isu yang beredar di kalangan masyarakat menyebutkan bahwa Pemdes Lubuk Cuik hanya mengalokasikan sekitar Rp10 juta untuk insentif keagamaan tahun ini.

“Cuma Rp10 juta mereka keluarkan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Lebih jauh, muncul dugaan adanya penyimpangan dalam pendataan penerima insentif. Beberapa warga menyebut bahwa ada individu yang bukan pekerja keagamaan namun tetap menerima bantuan.

“Ada pula yang bukan gali kubur dapat insentif. Apa karena masih saudara dengan perangkat desa?” kata seorang pria paruh baya.

Masyarakat Tidak Dilibatkan dalam Musyawarah Desa

Warga juga mengungkapkan kekecewaan atas tidak dilibatkannya masyarakat dalam proses musyawarah desa terkait penggunaan anggaran dana desa. Transparansi anggaran pun dipertanyakan.

“Mana pernah masyarakat dilibatkan. Banyak anggaran yang tidak jelas penggunaannya,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

“Siapa pun pemimpin desa kalau mentalnya masih seperti itu, lebih baik minggat dari desa ini,” pungkasnya dengan nada kecewa.

Untuk informasi lebih lanjut dan berita aktual lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait