JurnalLugas.Com – Pejabat sementara Kepala Desa (Pj Kades) Lubuk Cuik, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, M. Yasin Daulay, memastikan bahwa insentif bagi para pekerja keagamaan seperti bilal mayit, penggali kubur, dan guru ngaji akan dicairkan.
“Udah aman,” ujar M. Yasin dengan santai saat dikonfirmasi pada Senin, 2 Juni 2025.
Namun, saat ditanya lebih lanjut soal kepastian tanggal pencairan, Yasin tidak menyebutkan tanggal pasti. Ia hanya menegaskan bahwa pencairan akan dilakukan bersamaan dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap dua.
“Udah, tenang aja pokoknya cair. Itu sekalian sama BLT tahap dua,” jelasnya tanpa merinci lebih lanjut.
Insentif Tahun Lalu Belum Tersalurkan
Pj Kades juga mengakui bahwa insentif keagamaan tahun anggaran 2024 belum sempat disalurkan.
“Kalau itu, tahun 2024 iya gak ada,” ujarnya singkat.
Ia beralasan, untuk tahun 2025 memang belum dicairkan, hal itu terjadi karena tahun anggaran masih berlangsung sehingga belum perlu ada koreksi.
“Anggaran belum habis tahunnya. Kecuali tahunnya udah habis, baru bisa melapor,” tambahnya.
Sebelumnya, pada 6 Mei 2025, Yasin menyebut bahwa tidak ada alokasi dana untuk insentif keagamaan dalam perencanaan anggaran sebelumnya.
“Itu katanya sudah saya periksa, nggak ada,” ungkapnya menggunakan bahasa Jawa, “Iku omonge wes tak prikso, gak enek mas.”
Meski begitu, ia berjanji akan melakukan perubahan anggaran pada September 2025 agar dana insentif untuk pekerja keagamaan bisa dimasukkan.
“Bulan 9 nanti ada perubahan. Nanti di situ aja kita buat perubahannya,” ujarnya.
Warga Kecewa, Minta Evaluasi dari Bupati
Keterlambatan pencairan insentif tersebut memicu kekecewaan warga Desa Lubuk Cuik. Mereka menilai kepercayaan terhadap pemerintah desa semakin luntur karena lambannya pembangunan dan minimnya perhatian sosial.
“Didata bolak-balik, ditanya kapan cair, jawabnya ‘ntah’. Ditanya berapa, juga ‘ntah’. Paling Rp150 ribu lagi kayak dulu,” keluh seorang warga Bilal Mayit, Senin 2 Juni 2025.
Ia juga membandingkan dengan desa-desa lain yang sudah memberikan insentif lebih layak.
“Di kampung lain udah dikasih loh. Bahkan ada yang Rp800 ribu. Kita di Lubuk Cuik cuma didata aja,” tambahnya dengan nada kesal.
Atas situasi ini, masyarakat mendesak Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, untuk turun tangan dan mengevaluasi kinerja Pemdes Lubuk Cuik. Mereka berharap agar nasib para pekerja keagamaan mendapat perhatian serius seperti di desa-desa lain di Batu Bara.
Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com






