JurnalLugas.Com — PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (kode saham: OBAT) telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp20,66 miliar hingga 30 Juni 2025. Angka ini mewakili 34,72 persen dari total dana IPO yang berhasil dikumpulkan senilai Rp59,50 miliar.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 17 Juli 2025, dana tersebut digunakan untuk keperluan pengadaan bahan baku produksi. Dengan realisasi tersebut, sisa dana IPO yang belum terpakai tercatat sebesar Rp35,22 miliar.
Dalam penjelasannya, manajemen OBAT menyampaikan bahwa sisa dana tersebut saat ini ditempatkan sebagai simpanan di tiga bank besar nasional, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp3,95 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp14,22 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp17,04 miliar.
“Dana yang tersisa masih akan digunakan sesuai rencana awal, yaitu untuk modal kerja, pembelian bahan baku, pengembangan fasilitas produksi, serta kegiatan pemasaran,” ujar manajemen OBAT dalam keterangan resminya.
Sebagai informasi, emiten farmasi ini mulai melantai di bursa pada 13 Januari 2025. Saat itu, OBAT menawarkan sebanyak 170 juta lembar saham kepada publik dan memperoleh dana segar sebesar Rp59,5 miliar. Strategi pasca-IPO OBAT difokuskan pada penguatan kapasitas operasional dan peningkatan efisiensi melalui investasi teknologi.
Selengkapnya baca di JurnalLugas.Com.






