JurnalLugas.Com – Perusahaan properti raksasa China, Evergrande, resmi akan dihapus dari Bursa Saham Hong Kong pada 25 Agustus 2025. Keputusan ini menjadi babak terakhir dari perjalanan panjang perusahaan yang terlilit utang terbesar di dunia.
Evergrande tengah menjalani proses likuidasi setelah pengadilan China mengeluarkan perintah pada Januari 2024. Sejak saat itu, perdagangan saham perusahaan telah dihentikan. “Seluruh pemegang saham dan investor harus memperhatikan bahwa setelah tanggal pencatatan terakhir, meski sertifikat saham tetap berlaku, saham tidak akan dapat diperdagangkan di bursa,” jelas Evergrande melalui pernyataan resminya.
Peraturan Bursa Hong Kong menyebutkan, pencatatan perusahaan dapat dibatalkan jika perdagangan sekuritas ditangguhkan selama 18 bulan berturut-turut. Menurut sumber dari bursa, Evergrande menerima pemberitahuan resmi tentang delisting dan tidak akan mengajukan peninjauan atas keputusan tersebut.
Evergrande memiliki utang lebih dari USD 300 miliar kepada bank dan pemegang obligasi, menjadikannya pengembang properti dengan beban utang terbesar di dunia. Krisis ini dipicu oleh langkah regulator China sejak 2020 yang menindak pinjaman berlebihan di sektor properti. Banyak pengembang lain juga terdampak, menyebabkan tekanan besar pada sistem keuangan domestik maupun internasional.
Industri properti yang pernah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi China kini masih kesulitan pulih. Harga rumah di berbagai kota besar terus menurun meski pemerintah memberlakukan langkah-langkah dukungan untuk menstabilkan pasar.
Evergrande didirikan pada pertengahan 1990-an oleh Hui Ka Yan (Xu Jiayin) dan mencatatkan sahamnya di Hong Kong pada 2009 dengan nama Evergrande Real Estate Group. Namun, masalah perusahaan semakin bertambah saat Hui ditahan di China pada September 2023 atas dugaan tindakan kriminal.
Langkah delisting Evergrande menjadi tanda nyata dari era baru kehati-hatian di pasar properti China, sekaligus pengingat bagi investor global tentang risiko sektor yang pernah digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi terbesar kedua dunia.
Sumber: JurnalLugas.Com






