Akuisisi LinkNet Surge (WIFI) Jadi Kandidat Terkuat Bareng Investor AS

Business people shaking hands to congratulate success. Business executives handshake to congratulate the joint business agreement.

JurnalLugas.Com — PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI) akhirnya buka suara mengenai rencana akuisisi PT Link Net Tbk (LINK). Manajemen mengonfirmasi bahwa saat ini perusahaan sedang berada dalam proses penawaran resmi.

Direktur Surge, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut masih dalam tahap awal.
“Proses penawaran (bidding) tengah berlangsung. Setiap perkembangan material akan disampaikan melalui keterbukaan informasi sesuai aturan OJK dan BEI,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).

Bacaan Lainnya

Isu Keterlibatan Investor Besar

Meski mengakui proses akuisisi, Shannedy belum mau menanggapi rumor mengenai pihak-pihak lain yang disebut ikut terlibat. Beberapa isu menyebut Salim Group dan Sinar Mas Group tertarik masuk dalam konsorsium pembelian, sementara Axiata disebut masih berencana mempertahankan sebagian kepemilikan di LinkNet.

Baca Juga  PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) Akuisisi 30% Saham Prostem Rp33 Miliar Masuk Bisnis Bioteknologi

Berdasarkan laporan DealStreetAsia, Surge bersama perusahaan investasi asal Amerika Serikat, I Squared Capital, menjadi kandidat terdepan untuk mengambil alih LinkNet. UBS pun ditunjuk sebagai penasihat penjualan dalam transaksi besar ini.

Bukan Satu-Satunya Peminat

Minat terhadap LinkNet tidak hanya datang dari Surge. Nama besar seperti Salim Group dan Sinar Mas Group juga dikabarkan berminat meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi.

Sebagai catatan, Axiata Group asal Malaysia sebelumnya membeli LinkNet pada 2022 dari Lippo Group dengan nilai sekitar USD500 juta. Kini, Axiata berniat melepas kepemilikan dan telah memasuki tahap akhir proses divestasi.

Dampak pada Pergerakan Saham

Kabar akuisisi ini berdampak langsung pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham LINK ditutup melonjak 9,87 persen ke level Rp2.560, membuat kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp7,3 triliun. Bahkan, dalam sepekan terakhir, harga saham LinkNet sudah melesat 45 persen.

Sementara itu, saham WIFI justru terkoreksi tipis 1,81 persen ke Rp2.720 pada penutupan perdagangan. Meski turun, emiten yang dikendalikan oleh pengusaha Hashim Djojohadikusumo ini masih mencatat kenaikan fantastis lebih dari 550 persen sejak awal tahun.

Baca Juga  Dampak Aksi Korporasi LINK dan EXCL terhadap Emiten Menara Telekomunikasi MTEL serta TOWR

Jika akuisisi LinkNet benar terealisasi, langkah ini diyakini akan memperkuat posisi Surge di sektor telekomunikasi dan layanan internet. Selain itu, integrasi dengan teknologi optik bawah laut yang sudah dimanfaatkan Surge bersama Nokia bisa menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan di industri broadband.

Namun, kepastian soal siapa yang akan menguasai LinkNet masih menunggu hasil akhir proses penawaran dan keputusan resmi dari pihak Axiata serta regulator.

Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait