Telkom Rombak Direksi & Komisaris Jabatan Wadirut Dihapus Ini Susunan Lengkapnya

JurnalLugas.Com — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara, baru saja melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 September 2025. Agenda penting rapat tersebut adalah restrukturisasi jajaran direksi dan dewan komisaris. Hasilnya cukup mengejutkan: jabatan Wakil Direktur Utama (Wadirut) resmi dihapus, dan sejumlah perubahan personalia dilakukan untuk memperkuat transformasi digital TelkomGroup.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyederhanakan birokrasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat fokus tata kelola perusahaan.

Bacaan Lainnya

Mengapa Restrukturisasi

Dalam beberapa tahun terakhir, industri telekomunikasi menghadapi tantangan besar: kompetisi ketat antar-operator, kebutuhan investasi infrastruktur digital, hingga masuknya pemain global di sektor data center, cloud, dan digital services.

Menurut keterangan resmi, Telkom ingin mengakselerasi transformasi bisnisnya dari “legacy telco” menjadi digital telco leader. Penguatan struktur manajemen dianggap mutlak, karena keberhasilan strategi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga efektivitas organisasi.

“Perubahan struktur manajemen dilakukan agar Telkom lebih gesit dan adaptif menghadapi era digital yang sangat cepat berubah,” ujar Ahmad Reza, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom.

Perubahan Utama: Jabatan Wadirut Dihapus

Salah satu keputusan paling mencolok adalah penghapusan jabatan Wakil Direktur Utama. Posisi ini sebelumnya diisi oleh Muhammad Awaluddin. Dengan hilangnya jabatan tersebut, struktur direksi menjadi lebih ramping.

Seorang analis pasar modal, yang meminta namanya disebut singkat “Andr.”, menilai bahwa langkah ini logis:

“Wadirut sering kali dianggap hanya sebagai lapisan tambahan dalam struktur manajemen. Dengan penghapusan posisi itu, koordinasi bisa lebih ringkas, dan keputusan strategis langsung diambil oleh Direktur Utama bersama jajaran direksi.”

Susunan Lengkap Dewan Komisaris

Komisaris Utama

  • Angga Raka Prabowo — sosok muda yang sebelumnya aktif di sektor pemerintahan dan pengembangan teknologi. Ia dikenal memiliki visi kuat dalam mendorong BUMN digital agar selaras dengan strategi nasional.

Komisaris

  1. Rionald Silaban — pejabat Kementerian Keuangan yang berpengalaman dalam kebijakan fiskal dan investasi negara.
  2. Rizal Mallarangeng — tokoh publik, akademisi, sekaligus mantan staf khusus presiden dengan pemahaman mendalam soal kebijakan komunikasi publik.
  3. Ossy Darmawan — praktisi bisnis dengan latar belakang teknologi informasi, pernah terlibat dalam sejumlah proyek digitalisasi nasional.
  4. Silmy Karim — profesional berpengalaman yang sebelumnya menjabat Direktur Utama di sejumlah BUMN manufaktur.

Komisaris Independen

  1. Deswandhy Agusman — ekonom senior, lama berkarya di Bank Indonesia, memiliki keahlian di bidang stabilitas moneter dan perbankan.
  2. Ira Noviarti — mantan CEO Unilever Indonesia, membawa pengalaman kepemimpinan global di sektor FMCG dan manajemen SDM.
  3. Yohanes Surya — pakar fisika, akademisi yang dikenal dengan pendekatan inovatif dalam pendidikan, kini dipercaya memberi perspektif independen pada dewan.

Susunan Lengkap Direksi

Direktur Utama

  • Dian Siswarini — salah satu srikandi BUMN, memimpin Telkom sejak 2023. Sebelumnya sukses menakhodai XL Axiata. Ia dikenal sebagai pemimpin dengan gaya kepemimpinan visioner, fokus pada transformasi digital dan pengembangan talenta muda.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

  • Arthur Angelo Syailendra — ahli keuangan korporasi dengan latar belakang kuat di investasi dan perbankan. Ia dipercaya mengawal strategi pendanaan Telkom di tengah kebutuhan investasi digital yang masif.

Direktur Human Capital Management

  • Willy Saelan — menggantikan Henry Christiadi. Sebelumnya menjabat Direktur SDM di sejumlah perusahaan besar. Fokusnya adalah memperkuat manajemen talenta dan mempercepat regenerasi kepemimpinan digital di Telkom.

Direktur Wholesale & International Service

  • Honesti Basyir — nama familiar di BUMN, pernah menjadi Direktur Utama Bio Farma. Honesti membawa pengalaman manajerial lintas sektor, kini bertugas memperluas bisnis internasional Telkom.

Direktur Enterprise & Business Service

  • Veranita Yosephine — sebelumnya menjabat CEO AirAsia Indonesia. Pengalamannya dalam dunia penerbangan dan layanan pelanggan dinilai relevan untuk memperkuat layanan digital Telkom bagi korporasi.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio

  • Seno Soemadji — bertanggung jawab atas pengembangan bisnis baru dan pengelolaan portofolio investasi TelkomGroup, termasuk anak usaha di sektor data center, cloud, dan digital platform.

Direktur Network

  • Nanang Hendarno — berkarier lama di bidang infrastruktur jaringan. Tugas utamanya memastikan modernisasi jaringan fiber, 5G, dan integrasi dengan layanan digital.

Direktur IT Digital

  • Faizal Rochmad Djoemadi — sebelumnya CEO Telkomsel. Berpengalaman luas di bisnis telekomunikasi seluler dan teknologi informasi, kini fokus mengembangkan layanan digital berbasis cloud, IoT, dan big data.
  • Andy Kelana — posisi baru yang dibentuk dalam restrukturisasi kali ini. Sebagai direktur khusus, ia mengemban misi memperkuat kepatuhan Telkom terhadap regulasi nasional maupun global.

Analisis Dampak Restrukturisasi

1. Penyederhanaan Struktur

Hilangan posisi Wadirut menandakan Telkom ingin lebih lincah. Struktur lebih ringkas memungkinkan koordinasi langsung antara Direktur Utama dan direksi fungsional.

2. Penguatan Fungsi Kepatuhan

Penambahan posisi Direktur Legal & Compliance mengindikasikan keseriusan Telkom menghadapi kompleksitas regulasi, terutama dalam hal data, privasi, dan keamanan siber.

3. Transformasi Digital

Dengan masuknya nama-nama seperti Veranita Yosephine dan Honesti Basyir, Telkom berupaya membawa perspektif lintas industri, agar lebih siap dalam persaingan global digital services.

4. Human Capital Sebagai Pilar

Willy Saelan dipercaya memimpin pengelolaan SDM. Tantangan terbesarnya adalah memastikan Telkom memiliki talenta digital kelas dunia yang mampu bersaing dengan raksasa global.

Tantangan Telkom

Meski restrukturisasi membawa harapan, sejumlah tantangan tetap menanti:

  • Adaptasi Internal: Direksi baru harus segera menyatukan visi dan ritme kerja.
  • Ekspektasi Investor: Bursa menunggu hasil nyata dari perubahan, terutama kinerja keuangan TLKM.
  • Kompetisi Global: Masuknya pemain asing di cloud, data center, dan OTT menjadi ancaman serius.
  • Kecepatan Inovasi: Bisnis telekomunikasi sangat cepat berubah, sehingga strategi harus selalu diperbarui.

Pandangan Eksternal

“Bagi investor, restrukturisasi ini sinyal positif. Namun yang lebih penting adalah implementasi di lapangan. Keberhasilan Telkom menjaga momentum pertumbuhan digital akan menentukan kepercayaan pasar,” ujar Andr., analis pasar modal.

Restrukturisasi Telkom 2025 menandai babak baru transformasi BUMN telekomunikasi ini. Dengan komposisi baru komisaris dan direksi, hilangnya posisi Wadirut, serta hadirnya direktorat Legal & Compliance, Telkom berupaya menjawab tantangan industri yang makin kompleks.

Jika langkah ini berhasil, Telkom bukan hanya memperkuat posisi domestik, tapi juga bisa menjadi pemain utama di level regional dan global.

Untuk informasi korporasi dan ekonomi lebih lanjut, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  GoTo Rombak Direksi Angkat 5 Pemimpin Baru dan Umumkan Buyback Saham USD 200 Juta

Pos terkait