24 Siswa Keracunan Usai Santap MBG Dua Dapur Gizi di Karimun Ditutup

JurnalLugas.Com – Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun resmi dihentikan sementara menyusul dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar. Kejadian tersebut terjadi di dua sekolah dalam dua hari berturut-turut.

Sedikitnya 24 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok dari SPPG Sungai Lakam, Kecamatan Tanjung Balai Karimun, serta SPPG Sungai Raya, Kecamatan Meral.

Bacaan Lainnya

Kebijakan Penutupan SPPG

Tim Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kabupaten Karimun menegaskan bahwa dua dapur tersebut ditutup sementara sesuai instruksi Koordinator Regional (Koreg) BGN Provinsi Kepri.

Baca Juga  Fantastis! MBG Sedot Anggaran Rp36,6 Triliun per Februari

“SPPG Sungai Lakam dan Sungai Raya dihentikan operasinya sampai ada keputusan lebih lanjut dari Koreg BGN. Apakah akan dibuka kembali atau diberhentikan permanen, itu menunggu hasil evaluasi,” ujar Sukrianto Jaya Putra, Wakil Sekretaris Satgas MBG sekaligus Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun.

Evaluasi dan Penelusuran Penyebab

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Karimun yang juga Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menegaskan bahwa timnya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur penyedia MBG.

“Tidak semua siswa di sekolah terdampak yang mengalami keracunan. Saat ini kita masih menelusuri faktor penyebabnya,” jelas Rocky. Ia juga menekankan agar masyarakat tetap mendukung program ini.

Menurut Rocky, MBG merupakan program strategis dalam meningkatkan gizi anak sekolah, namun perlu pengawasan ketat. “Saya minta semua SPPG lebih teliti mengikuti SOP penyajian makanan bergizi agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Baca Juga  Akal-akalan Uang Zakat untuk MBG, Tegas Menag Nasaruddin Umar Ngomong Gini

Pemerintah Kabupaten Karimun berharap kasus ini tidak mengurangi kepercayaan publik terhadap program MBG. Rocky mengimbau siswa, sekolah, dan orang tua agar tetap berpikir positif sembari menunggu hasil investigasi resmi.

Program MBG sendiri telah berjalan di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut seputar berita daerah dan nasional, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait