JurnalLugas.Com — Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan dinamika tajam sepanjang November. Di balik reli sejumlah emiten yang mencetak cuan ratusan persen, terdapat pula deretan saham yang justru mengalami koreksi signifikan. Menariknya, daftar saham paling tertekan bulan ini banyak diisi oleh sektor konstruksi, logistik laut, hingga konsumer.
SKRN Jadi Emiten Paling Tertekan
Saham PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) mencatat penurunan terdalam setelah anjlok 37,62 persen ke level Rp630 per saham dalam sebulan terakhir. Padahal, emiten jasa crane ini sempat menguat pada Oktober sebelum harga mulai melemah tajam di November.
Menurut analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya, sentimen positif di Oktober tidak terlepas dari aksi korporasi yang melibatkan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). “Ada ekspektasi pasar terhadap potensi konversi piutang menjadi kepemilikan saham, itu sempat mengangkat minat spekulatif,” ujarnya.
Sentimen Rights Issue CBRE Tak Lagi Mengangkat Harga
CBRE sebelumnya mengumumkan rencana rights issue hingga 48 miliar saham, disertai skema konversi utang kepada sejumlah kreditur di antaranya SKRN yang memiliki piutang USD6,5 juta.
Kabar tersebut sempat memantik euforia. Investor menilai SKRN berpeluang mendapatkan porsi saham CBRE pasca-konversi. Akibatnya, harga kedua saham ini melonjak bersamaan dan bahkan menjadikan CBRE sebagai salah satu hot stock yang diburu investor ritel.
Jumlah investor CBRE pun melejit drastis, dari 7.431 investor (31 Agustus 2025) menjadi 67.982 investor (31 Oktober 2025).
Namun, setelah pasar mulai mencerna risiko rights issue dan menilai fundamental masing-masing perusahaan, euforia tersebut perlahan mereda. Harga pun kembali terseret koreksi dalam.
CBRE, WSBP, hingga DATA Masuk Radar Saham Terlemah
Selain SKRN, saham CBRE juga terkoreksi 23,27 persen dan ditutup di Rp1.055 per akhir 28 November 2025. Penurunan terbesar berikutnya datang dari sektor konstruksi, yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), yang merosot 28 persen.
PT Remala Abadi Tbk (DATA) turut mengalami koreksi signifikan 25,48 persen, menempatkannya di posisi ketiga daftar saham tertekan bulan ini.
10 Saham Dengan Koreksi Terdalam Sepanjang November
- Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN): -37,62%
- Waskita Beton Precast Tbk (WSBP): -28,00%
- Remala Abadi Tbk (DATA): -25,48%
- Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE): -23,27%
- Integra Indocabinet Tbk (WOOD): -20,35%
- Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): -19,92%
- Malindo Feedmill Tbk (MAIN): -19,23%
- Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC): -19,00%
- MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN): -16,80%
- TBS Energi Utama Tbk (TOBA): -16,50%
Euforia Mereda, Pasar Kembali Selektif
Koreksi ini menunjukkan bahwa reli agresif yang sempat terjadi pada beberapa saham berisiko tinggi kini mulai kehilangan tenaga. Menurut pengamat pasar, “Pergerakan ekstrem biasanya dipicu rasa ingin cepat mengambil keuntungan. Ketika euforia memudar, pasar kembali rasional dan itu memicu koreksi.”
Dengan penurunan tajam ini, investor diingatkan untuk lebih selektif memilih saham, terlebih pada emiten yang cenderung bergerak karena sentimen jangka pendek dan faktor spekulatif.
Sumber berita lainnya dapat dibaca di:
https://JurnalLugas.Com






