JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan rencana perombakan kabinet untuk kedua kalinya selama pemerintahan MADANI, Minggu (7/12). Langkah ini dilakukan untuk mengisi beberapa posisi menteri yang kini kosong.
Beberapa menteri yang berasal dari kalangan senator akan memasuki masa purnatugas Desember ini. Berdasarkan aturan perundang-undangan Malaysia, senator memiliki masa jabatan tiga tahun yang dapat diperpanjang maksimal enam tahun, baik berturut-turut maupun terpisah.
“Perombakan kabinet kali ini berskala kecil, hanya untuk mengisi kekosongan. Kami tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan,” ujar Anwar, disingkat dari pernyataannya kepada media setempat.
Anwar menambahkan, sebelum memutuskan susunan baru kabinet, komunikasi dengan partai-partai koalisi akan dilakukan. Hal ini menjadi langkah penting karena keputusan kabinet berada dalam hak prerogatif perdana menteri.
Beberapa kementerian yang akan mengalami perubahan antara lain:
- Kementerian Ekonomi
- Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam
- Kementerian Pembangunan Usahawan dan Koperasi
- Kementerian Pelaburan, Perdagangan, dan Industri
Sejak dilantik pada 2022, Anwar Ibrahim sudah melakukan perombakan kabinet pertama pada 2023. Jika perombakan kedua ini terealisasi, maka catatan sejarah akan menandai dua kali reshuffle selama kepemimpinannya.
Perubahan ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program pemerintahan MADANI serta memastikan posisi strategis kementerian tetap terisi dengan pejabat yang kompeten.
Sumber dan informasi lebih lengkap dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.






