Investor Asing Borong Saham Tambang & Perkapalan, IHSG Menguat Mendekati Rekor Tertinggi

JurnalLugas.Com — Perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal 2026 langsung dibuka dengan optimisme tinggi. Pada Jumat (2/1/2026), investor asing tancap gas memborong sejumlah saham unggulan, terutama dari sektor pertambangan dan perkapalan. Aksi beli besar ini mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,17% ke level 8.748,13, mendekati rekor sepanjang masa yang pernah tersentuh pada Desember 2024.

Di pasar reguler, asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp1,14 triliun dalam sehari, sementara dalam sepekan terakhir nilai akumulasi pembelian asing mencapai Rp1,28 triliun. Lonjakan aliran modal ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan Indonesia di tahun berjalan.

Bacaan Lainnya

Seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya menilai, “Arus masuk asing di awal tahun biasanya mencerminkan reposisi portofolio. Saat ini, saham berbasis komoditas dan logistik menjadi tujuan utama karena prospek pendapatan dan siklus harga yang positif,” ujarnya secara ringkas.

Saham Grup Bakrie & Salim Jadi Incaran, BUMI Pimpin Net Buy

Saham batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona perdagangan. Emiten yang berada di bawah lingkaran Grup Bakrie dan Grup Salim tersebut mencatat net buy asing sekitar Rp889,34 miliar. Harga sahamnya melonjak 14,75% ke Rp420 per saham, sekaligus menembus level tertinggi sejak 2017.

Baca Juga  Jeff Bezos Jual 25 Juta Saham Amazon Senilai Rp80 Triliun Ada Apa?

Momentum positif juga dirasakan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Saham emiten tambang emas ini diborong asing senilai Rp252,49 miliar, seiring penguatan harga 7,27% ke Rp1.180 per unit.

Aksi beli berlanjut ke PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang membukukan net buy Rp204,07 miliar. Saham DEWA terbang 11,94% ke Rp750, bahkan sempat menyentuh rekor all-time high intraday di Rp760.

Menurut pengamat pasar, “Kinerja saham-saham terkait energi dan mineral mendapat dorongan dari outlook komoditas global serta sentimen ekspansi bisnis,” jelasnya singkat.

Sektor Perkapalan Meledak, HUMI & BULL Naik Dua Digit

Tak hanya komoditas, sektor pelayaran juga kebanjiran dana asing. PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mencatat net buy Rp99,60 miliar dengan lonjakan harga 24,81% dalam sehari.

Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) turut masuk radar investor global, membukukan net buy Rp58,72 miliar dan menguat 20,24%. Kenaikan ini dipicu ekspektasi peningkatan aktivitas logistik serta penguatan tarif angkutan laut.

Seorang praktisi logistik menyebut, “Permintaan jasa pengiriman energi dan komoditas masih solid, sehingga saham pelayaran ikut menjadi pilihan defensif sekaligus prospektif,” tuturnya.

Aksi Beli Asing Meluas ke Saham Teknologi & Baterai

Aliran dana asing juga merembet ke sektor non-komoditas. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat net buy Rp51,08 miliar dan menguat 7,81% ke Rp69 per saham.

Sementara itu, emiten nikel dan baterai kendaraan listrik PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) diborong asing Rp49,66 miliar, dengan harga naik 8,77% ke Rp620.

Baca Juga  Wall Street Melemah Tajam Proyeksi Penurunan Suku Bunga Fed dan Antisipasi Laporan Pekerjaan AS

Analis teknologi pasar modal merangkum, “Investor melihat potensi pertumbuhan jangka panjang pada ekosistem digital dan rantai pasok electric vehicle, sehingga sektor ini tetap relevan di tengah volatilitas pasar,” ujarnya.

Sentimen Awal Tahun Positif, Namun Investor Diminta Tetap Cermat

Meski arus modal asing memberi angin segar, sejumlah pelaku pasar mengingatkan bahwa volatilitas global masih perlu diwaspadai. Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga, harga komoditas, serta dinamika geopolitik dapat memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

Namun demikian, penguatan IHSG di awal 2026 dinilai sebagai fondasi optimisme, terutama dengan dominasi pembelian asing pada saham-saham berkapitalisasi besar.

  • Asing mencatat net buy Rp1,14 triliun pada perdagangan perdana 2026.
  • Saham unggulan yang paling diborong: BUMI, BRMS, DEWA, HUMI, BULL, GOTO, MBMA.
  • IHSG menguat 1,17% ke 8.748,13, mendekati rekor tertinggi.
  • Sektor komoditas, perkapalan, teknologi, dan baterai menjadi sorotan utama.

Perkembangan pasar modal di awal tahun ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi menarik bagi investor global. Meski peluang terbuka lebar, keputusan investasi tetap perlu dilakukan secara terukur dan berbasis data.

Sumber bacaan & referensi ekonomi lainnya:
JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait