Jejak Bisnis dan Sosial Haji Halim, Crazy Rich Palembang Tutup Usia di Tengah Perkara Hukum

JurnalLugas.Com — Nama Kemas Haji Abdul Halim, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Halim, telah lama menjadi sosok berpengaruh di Palembang, Sumatera Selatan. Ia dikenal luas sebagai pengusaha sukses lintas sektor, sekaligus figur dermawan yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Di kalangan masyarakat, Haji Halim tak hanya identik dengan dunia usaha, tetapi juga kepedulian sosial. Kediamannya di kawasan Jalan M Isa, Palembang, kerap menjadi pusat kegiatan pengajian dan santunan anak yatim, terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri. Dalam berbagai kesempatan, ia rutin membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bagian dari komitmen sosialnya.

Bacaan Lainnya

Gurita Bisnis di Perkebunan dan Tambang

Dari sisi bisnis, Haji Halim dikenal memiliki portofolio usaha yang luas. Ia mengelola perkebunan kelapa sawit dan karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui bendera PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB). Selain itu, bisnisnya merambah sektor energi dengan mendirikan perusahaan tambang batu bara PT Uci Jaya, di mana ia menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Kiprah bisnis tersebut mengantarkan Haji Halim menjadi salah satu tokoh ekonomi lokal yang disegani. Jaringan relasi yang dimilikinya juga meluas hingga ke tingkat nasional, termasuk dengan para elite politik Tanah Air.

Baca Juga  Tragis! Pengantin Pria di Palembang Dibacok dan Diancam Ditembak Jelang Akad Nikah

Rumah Persinggahan Tokoh Nasional

Kediaman pribadi Haji Halim tercatat beberapa kali menjadi persinggahan tokoh penting nasional. Pada Pemilihan Presiden 2014, Prabowo Subianto sempat berkunjung dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar Haji Halim. Dalam kunjungan itu, Prabowo bahkan dikenakan Tanjak Rumpak, penutup kepala khas Palembang, sebagai simbol kehormatan.

Empat tahun berselang, Presiden Joko Widodo juga menyambangi rumah Haji Halim pada November 2018, usai melakukan kunjungan kerja ke Lampung. Jokowi datang bersama sejumlah pejabat negara, di antaranya Erick Thohir, Pramono Anung, Budi Karya Sumadi, serta Basuki Hadimuljono, untuk bersilaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat Sumatera Selatan menjelang Pilpres 2019.

Terjerat Kasus Hukum di Pengujung Usia

Namun, perjalanan hidup Haji Halim memasuki babak kelam di masa senjanya. Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah proyek Tol Betung–Tempino pada tahun 2024. Ia mulai menjalani penahanan di Rutan Pakjo Palembang sejak 10 Maret 2025.

Dalam perkara tersebut, perusahaan yang terafiliasi dengannya diduga memalsukan dokumen penguasaan fisik lahan di Desa Peninggalan dan Desa Simpang Tungkal. Padahal, berdasarkan pengumuman resmi Panitia Pengadaan Tanah, pihak tersebut tidak tercatat sebagai pemilik sah lahan yang diajukan untuk ganti rugi. Kasus ini sempat berdampak pada tertundanya pembangunan ruas tol strategis tersebut.

Baca Juga  Asyik Joget Anggota TNI AD Tewas Ditembak Prajurit Raider di Tempat Hiburan Malam

Kondisi Kesehatan Menurun hingga Wafat

Selama proses penahanan dan persidangan, kondisi kesehatan Haji Halim terus memburuk. Saat sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Palembang pada Desember 2025, ia tampak hadir dalam kondisi lemah dengan bantuan oksigen dan infus, sambil terbaring di ranjang medis.

Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Siti Fatimah Palembang akibat kondisi yang semakin kritis, Haji Halim akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 14.30 WIB. Sosok yang dijuluki crazy rich Palembang itu wafat pada usia 88 tahun.

Kepergian Haji Halim menutup perjalanan panjang seorang pengusaha yang sempat berada di puncak kejayaan, dikenal luas karena kedermawanannya, namun juga meninggalkan jejak kontroversi hukum di akhir hayatnya.

Baca berita dan liputan mendalam lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait