Rumah Zohram Mamdani Dilempar Bom saat Demo di Gracie Mansion New York

Wali Kota New York Zohran Mamdani
Foto : Wali Kota New York Zohran Mamdani

JurnalLugas.Com — Ketegangan mewarnai aksi unjuk rasa di depan kediaman resmi Wali Kota New York, Zohram Mamdani, hunian Gracie Mansion, pada akhir pekan lalu. Aparat keamanan mengungkap bahwa sebuah benda yang dilempar saat demonstrasi ternyata merupakan alat peledak rakitan yang berpotensi menyebabkan luka serius bahkan kematian.

Temuan tersebut disampaikan oleh Jessica Tisch, Komisioner Kepolisian New York City Police Department (NYPD). Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal dari tim penjinak bom menunjukkan objek tersebut bukan sekadar alat tipuan.

Bacaan Lainnya

“Perangkat yang ditemukan bukan bom asap atau benda palsu. Dari analisis awal, alat itu berpotensi menimbulkan dampak berbahaya,” ujar Tisch dalam keterangannya.

Dua Orang Diamankan Polisi

Insiden terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung di depan kediaman resmi wali kota. Polisi langsung mengamankan dua pria yang berada di lokasi kejadian. Hingga kini keduanya masih ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Baca Juga  Utang AS Membengkak Menkeu Scott Bessent Pastikan Paman Sam Tidak Akan Pernah Gagal Bayar

Selain benda pertama, aparat juga menemukan objek kedua yang masih dalam proses analisis forensik oleh unit penjinak bom.

Kasus ini kini ditangani bersama oleh NYPD, Federal Bureau of Investigation (FBI), melalui satuan Joint Terrorism Task Force, serta jaksa federal dari United States Attorney’s Office for the Southern District of New York.

Wali Kota Kecam Aksi dan Unsur Kebencian

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebut demonstrasi tersebut digelar oleh Jake Lang, yang ia tuding sebagai pendukung supremasi kulit putih.

Menurut Mamdani, aksi tersebut tidak hanya bersifat provokatif tetapi juga dipicu oleh sentimen rasis.

“Gerakan yang didorong oleh kebencian dan prasangka tidak memiliki tempat di New York,” kata Mamdani.

Ia juga menyoroti eskalasi situasi setelah benda berbahaya dilemparkan ke area demonstrasi.

Baca Juga  Iran Akui Jalur Rahasia Komunikasi Utusan Trump Tetap Aktif di Tengah Protes Mematikan

“Ketika protes berubah menjadi kekerasan, itu sudah melewati batas yang bisa diterima,” ujarnya.

Perangkat Peledak Dinilai Tindakan Tercela

Mamdani menyebut kemunculan alat peledak dalam aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat mengkhawatirkan dan bertentangan dengan nilai keamanan kota.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat mengamankan lokasi serta mencegah kemungkinan dampak yang lebih besar.

Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif, asal perangkat peledak, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Untuk informasi berita terbaru dan laporan mendalam lainnya, kunjungi https://jurnalluguas.com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait