JurnalLugas.Com – Australia akan mengerahkan pesawat peringatan dini udara E-7A Wedgetail beserta personel pendukung selama periode awal empat pekan untuk mendukung operasinya di Teluk Persia, ungkap Perdana Menteri Anthony Albanese.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menambahkan, pesawat ini diperkirakan tiba di kawasan pada pertengahan pekan ini dan siap beroperasi pada akhir pekan. “Kami memastikan kesiapan penuh untuk mendukung keamanan regional,” kata Marles.
Selain itu, Australia berencana memasok Uni Emirat Arab dengan rudal udara-ke-udara jarak menengah, namun Albanese menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengirim pasukan ke Iran.
Langkah Australia muncul setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan korban sipil dan kerusakan fasilitas. Iran merespons dengan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan.
Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan sebagai tindakan “pencegahan” terhadap ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian menekankan keinginan melihat perubahan kekuasaan di negara itu. Laporan terbaru menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas pada hari pertama serangan, diikuti pengumuman masa berkabung 40 hari di Iran.
Presiden Vladimir Putin mengecam pembunuhan Khamenei, menilai hal itu sebagai pelanggaran hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan deeskalasi segera dan penghentian pertempuran di wilayah Timur Tengah.
Langkah Australia ini dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendukung sekutu dalam menghadapi ketegangan yang meningkat di Teluk Persia.
Sumber lengkap: JurnalLugas.Com
(TR)






