JurnalLugas.Com — Kebijakan penyesuaian pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengatur empat hari bekerja di kantor dan satu hari bekerja dari rumah (WFH) dipastikan tidak akan mengganggu jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepastian ini disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk komitmen menjaga layanan publik tetap optimal.
Kepala BGN, Dadan Hidayana, menegaskan bahwa seluruh aktivitas distribusi MBG di berbagai wilayah tetap berjalan sesuai jadwal. Ia menekankan bahwa perubahan pola kerja ASN tidak boleh berdampak pada layanan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
“Penyesuaian sistem kerja tidak boleh menghambat layanan. Distribusi MBG untuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus tetap berjalan tepat waktu,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Program MBG sendiri dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. BGN memastikan seluruh unit tetap beroperasi maksimal dengan pengawasan ketat, meskipun ada perubahan sistem kerja ASN.
Lebih lanjut, BGN juga menegaskan bahwa penyaluran program akan tetap mengikuti kalender kegiatan sekolah. Artinya, sekolah dengan lima hari belajar akan menerima distribusi MBG selama lima hari penuh. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi asupan gizi anak-anak sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dadan menambahkan bahwa pihaknya akan terus menyesuaikan strategi kerja internal agar selaras dengan kebijakan pemerintah, tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Fokus utama tetap pada keberlanjutan program bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang membutuhkan perhatian gizi lebih intensif.
“Kami akan menyesuaikan pola kerja dengan kebijakan umum, namun program MBG harus tetap berjalan dan bahkan ditingkatkan, khususnya bagi kelompok prioritas,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, BGN juga menyatakan dukungannya terhadap langkah efisiensi yang tengah dilakukan pemerintah, termasuk optimalisasi penggunaan fasilitas dinas. Meski demikian, efisiensi tersebut tidak akan mengurangi jangkauan maupun mutu layanan kepada masyarakat.
Dengan pengelolaan yang adaptif dan berbasis kebutuhan lapangan, BGN optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan efektif. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih fleksibel, efisien, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik.
Sebagai program strategis nasional, MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan, terutama bagi generasi muda dan kelompok rentan.
Baca selengkapnya di https://JurnalLugas.Com
(SF)






