JurnalLugas.Com – Harga minyak dunia mengalami penurunan setelah muncul sinyal meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang akan segera berakhir menjadi pemicu utama perubahan sentimen pasar global.
Dalam perdagangan terbaru, minyak mentah jenis Brent tercatat berada di kisaran USD102 hingga USD105 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar USD99 per barel. Meski melemah, level harga ini masih tergolong tinggi dibandingkan kondisi normal sebelum konflik memanas.
Sempat Melonjak Tajam
Sebelumnya, harga minyak dunia sempat mengalami lonjakan signifikan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Brent bahkan sempat menyentuh kisaran USD110 hingga USD112 per barel, sedangkan WTI mendekati USD100 per barel.
Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia.
Sinyal Trump Ubah Sentimen Pasar
Penurunan harga minyak terjadi setelah Donald Trump menyampaikan bahwa konflik dengan Iran berpotensi berakhir dalam waktu dekat. Pernyataan ini langsung disambut positif oleh pelaku pasar.
Seorang analis energi menilai, perubahan arah harga minyak sangat dipengaruhi oleh ekspektasi geopolitik. “Ketika ada sinyal deeskalasi, pasar langsung bereaksi karena risiko terhadap pasokan dianggap menurun,” ujarnya.
Pasar Masih Waspada
Meski tekanan terhadap harga mulai mereda, pelaku pasar tetap berhati-hati. Ketidakpastian masih membayangi karena konflik belum sepenuhnya dinyatakan selesai.
Pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan fluktuatif dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan situasi geopolitik di lapangan.
Jika konflik benar-benar mereda, harga minyak berpotensi turun lebih lanjut dan kembali stabil. Namun, apabila ketegangan kembali meningkat, harga bisa kembali melonjak akibat kekhawatiran terhadap distribusi energi global.
Saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu kepastian, dengan respons yang sangat sensitif terhadap setiap pernyataan dan perkembangan terbaru.
Ikuti perkembangan berita ekonomi dan energi terkini hanya di https://JurnalLugas.Com
(ED)






