Peserta Magang Bisa Dapat Sertifikasi Resmi, Perusahaan Diganjar Reward

JurnalLugas.Com — Pemerintah mulai menggeser arah kebijakan program magang nasional agar tidak berhenti pada pengalaman kerja semata. Melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, perusahaan yang aktif memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi peserta magang akan mendapatkan apresiasi khusus hingga prioritas dalam berbagai program strategis ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja.

Bacaan Lainnya

“Program magang harus menghasilkan tenaga kerja kompeten, bukan sekadar pengalaman kerja. Sertifikasi menjadi bukti pengakuan resmi atas kemampuan peserta,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Sertifikasi yang dimaksud diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi, lembaga yang memiliki otoritas dalam menetapkan standar kompetensi kerja nasional. Dengan adanya pengakuan ini, lulusan magang dinilai memiliki nilai tambah saat memasuki proses rekrutmen di dunia industri.

Perusahaan Jadi Kunci Utama

Dalam skema baru ini, dunia usaha tidak lagi hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi akan memperoleh sejumlah keuntungan, mulai dari prioritas program hingga akses lebih luas terhadap layanan ketenagakerjaan.

Baca Juga  KPK Ungkap Jejak Pemerasan RPTKA dari Era Cak Imin, Hanif Dhakiri hingga Ida Fauziyah

Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menyebut kebijakan ini sebagai langkah konkret untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kualitas tenaga kerja.

“Kami mengapresiasi perusahaan yang mendukung sertifikasi. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang benar-benar diakui industri,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan aktif perusahaan akan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang saling menguatkan antara pemerintah, industri, dan tenaga kerja muda.

Dampak Jangka Panjang bagi Peserta

Saat ini, program magang nasional telah diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai sektor industri, kementerian, dan lembaga. Program ini dijalankan secara bertahap, dengan tahap pertama mencakup hampir 15 ribu peserta yang akan menyelesaikan masa magang pada pertengahan April 2026.

Peserta yang menjalani magang selama enam bulan akan memperoleh sertifikat resmi, sementara yang mengikuti lebih dari tiga bulan mendapatkan surat keterangan. Namun ke depan, pemerintah mendorong agar lebih banyak peserta mendapatkan sertifikasi kompetensi yang terstandar.

Baca Juga  OTT KPK Kemenaker Wamenaker Immanuel Ebenezer dan 13 Orang Resmi Tersangka

Langkah ini diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya meningkatkan peluang kerja, tetapi juga memperkuat posisi tawar tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Perluasan Akses Sertifikasi

Kemnaker juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan mitra industri. Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses sertifikasi semakin merata dan relevan dengan kebutuhan sektor usaha.

Dengan pendekatan ini, program magang diharapkan tidak lagi dipandang sebagai formalitas pelatihan, melainkan sebagai jalur strategis menuju pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Kebijakan reward bagi perusahaan pun menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mendorong transformasi nyata dalam sistem pelatihan kerja di Indonesia.

Baca berita dan analisis lainnya di JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait