Sapi Kurban Presiden Dari Uang Rakyat, DPR Sudah Lumrah

JurnalLugas.Com – Program bantuan hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Namun, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menegaskan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan sosial kemasyarakatan, termasuk hewan kurban, bukanlah sesuatu yang baru dalam tradisi pemerintahan Indonesia.

Menurut Sugiat, seorang kepala negara memang memiliki alokasi anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat dalam berbagai momentum sosial dan keagamaan. Karena itu, bantuan sapi kurban dari Presiden dinilai sebagai bagian dari fungsi negara dalam menjangkau kebutuhan rakyat.

Bacaan Lainnya

“Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran untuk membantu masyarakat. Ini bukan hal baru dan sudah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya,” ujar Sugiat di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia menilai polemik terkait penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, program tersebut dinilai memiliki dampak sosial langsung kepada masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan di momen Idul Adha.

Baca Juga  NasDem Tegaskan Dukung Prabowo Tanpa Minta Jabatan Ini Alasannya

Program bantuan kurban Presiden tahun ini disebut menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai daerah. Distribusi sapi kurban dilakukan ke sejumlah provinsi, kabupaten, kota, hingga lembaga sosial dan keagamaan.

Sugiat juga menegaskan bahwa bantuan Presiden kepada masyarakat tidak terbatas pada sektor keagamaan semata. Selama ini, pemerintah pusat juga mengalokasikan dana bantuan untuk bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan fasilitas publik, hingga dukungan sosial lainnya.

“Jangan melihat bantuan kurban ini seolah sesuatu yang baru. Bantuan presiden juga hadir di banyak sektor yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah. Seluruh sapi tersebut berasal dari peternak lokal di berbagai daerah Indonesia.

Pemerintah menyebut sapi yang dipilih merupakan jenis premium dengan bobot berkisar 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendorong pertumbuhan peternakan dalam negeri dan meningkatkan ekonomi peternak lokal.

Baca Juga  Prabowo Harap Perang Dagang AS-China Segera Berakhir Damai

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa sapi kurban Presiden terdiri dari berbagai jenis unggulan, seperti Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Charolais.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran pengadaan sapi kurban tersebut berasal dari APBN melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden dengan nilai mencapai sekitar Rp100 miliar. Nilai pengadaan setiap sapi disesuaikan dengan ukuran, kualitas, serta lokasi distribusi di masing-masing daerah.

Program bantuan kurban Presiden dinilai bukan hanya memiliki nilai simbolik keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku usaha peternakan lokal yang ikut terlibat dalam pengadaan hewan kurban skala nasional.

Baca berita dan informasi nasional lainnya di JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait