JurnalLugas.Com – Berkeringat merupakan proses alami yang membantu tubuh menjaga suhu tetap stabil. Saat cuaca panas atau ketika seseorang beraktivitas fisik, keluarnya keringat menjadi hal yang normal.
Namun, bagaimana jika tubuh tetap berkeringat meski berada di ruangan sejuk, cuaca tidak panas, atau bahkan saat sedang beristirahat?
Kondisi tersebut ternyata cukup sering dialami sebagian orang. Meski tidak selalu berbahaya, keringat berlebih tanpa pemicu yang jelas bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang memberikan sinyal tertentu yang perlu diperhatikan.
Kelenjar Keringat Bisa Bekerja Terlalu Aktif
Tubuh manusia memiliki jutaan kelenjar keringat yang bertugas mengatur suhu tubuh. Pada kondisi tertentu, kelenjar tersebut dapat bekerja lebih aktif dibandingkan kebutuhan normal tubuh.
Akibatnya, keringat tetap keluar meski suhu lingkungan tidak tinggi. Kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis atau produksi keringat berlebihan yang tidak berkaitan langsung dengan cuaca maupun aktivitas fisik.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andri Wibowo, menjelaskan bahwa sebagian kasus terjadi karena sistem saraf yang mengatur kelenjar keringat bekerja terlalu sensitif.
“Pada beberapa orang, respons saraf terhadap kelenjar keringat lebih aktif sehingga tubuh tetap berkeringat walaupun tidak sedang kepanasan,” ujarnya, Minggu 31 Mei 2026.
Stres dan Kecemasan Menjadi Pemicu Umum
Faktor psikologis termasuk penyebab yang paling sering memicu keringat berlebih. Saat seseorang mengalami stres, gugup, cemas, atau tekanan emosional, tubuh akan mengaktifkan sistem pertahanan alami.
Kondisi tersebut memicu pelepasan hormon tertentu yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan kelenjar keringat menghasilkan lebih banyak cairan.
Tak heran jika sebagian orang mengalami telapak tangan basah, wajah berkeringat, atau pakaian cepat lembap ketika menghadapi wawancara kerja, presentasi penting, maupun situasi yang menegangkan.
Perubahan Hormon Juga Berpengaruh
Fluktuasi hormon dapat memengaruhi produksi keringat. Kondisi ini umum terjadi pada perempuan yang memasuki masa menopause, ibu hamil, maupun individu yang mengalami gangguan hormon tertentu.
Perubahan keseimbangan hormon membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan suhu sehingga keringat dapat keluar lebih banyak meski lingkungan sekitar terasa nyaman.
Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan metabolisme tubuh meningkat juga sering dikaitkan dengan keluhan mudah berkeringat.
Bisa Menjadi Tanda Gangguan Kesehatan
Dalam beberapa kasus, keringat berlebih tanpa penyebab yang jelas dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.
Beberapa gangguan kesehatan yang diketahui dapat memicu kondisi ini antara lain:
- Diabetes
- Gangguan tiroid
- Infeksi kronis
- Tekanan darah rendah
- Gangguan sistem saraf
- Kadar gula darah yang menurun drastis
- Efek samping penggunaan obat tertentu
Karena itu, penting untuk memperhatikan apakah keringat berlebih muncul bersamaan dengan gejala lain yang tidak biasa.
Waspadai Jika Disertai Gejala Tambahan
Meski sering kali tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Segera lakukan pemeriksaan apabila keringat berlebih disertai:
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Jantung berdebar terus-menerus
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Pusing berkepanjangan
- Keringat malam yang berulang
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan profesional.
Cara Mengurangi Keringat Berlebih
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi produksi keringat yang berlebihan, di antaranya:
- Mengelola stres dengan baik melalui olahraga atau relaksasi.
- Mengurangi konsumsi makanan pedas dan minuman berkafein.
- Menggunakan pakaian berbahan ringan yang mudah menyerap keringat.
- Menjaga berat badan ideal.
- Menggunakan antiperspiran sesuai kebutuhan.
Jika keluhan berlangsung dalam jangka panjang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah terbaik untuk mengetahui penyebab pastinya.
Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh
Tubuh yang tetap berkeringat meski tidak panas bukan selalu pertanda penyakit serius. Namun kondisi tersebut juga tidak boleh dianggap sepele, terutama jika terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain.
Mengenali penyebab sejak dini dapat membantu seseorang mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus menjaga kualitas hidup tetap optimal. Ketika tubuh mulai menunjukkan perubahan yang tidak biasa, perhatian terhadap kesehatan menjadi investasi terbaik untuk masa depan.
Baca artikel kesehatan dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






