Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, Ini Jejak Pengabdiannya

JurnalLugas.Com – Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa di bidang pertahanan dan militer. Mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar duka tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga besar TNI, para tokoh nasional, serta masyarakat yang mengenal dedikasinya selama puluhan tahun mengabdi kepada negara.

Bacaan Lainnya

Ryamizard bukan sekadar seorang jenderal. Ia dikenal sebagai sosok yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan Indonesia, mulai dari medan pengabdian militer hingga kursi strategis pemerintahan.

Dari Inspirasi Masa Kecil hingga Menjadi Jenderal

Perjalanan Ryamizard menuju puncak karier militer dimulai sejak usia muda. Ketertarikannya terhadap dunia kemiliteran tumbuh dari kisah kepahlawanan Mahapatih Gajah Mada yang berhasil mempersatukan Nusantara. Semangat nasionalisme itu semakin menguat karena pengaruh sang ayah yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 7 Jakarta, Ryamizard melanjutkan pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus pada tahun 1974.

Kariernya berkembang pesat. Berbagai jabatan penting pernah diembannya, mulai dari tingkat komando lapangan hingga posisi strategis di jajaran pimpinan TNI Angkatan Darat.

Baca Juga  Duka Adhyaksa Mantan Wakil Jaksa Agung Darmono Tutup Usia di RS Medistra

Menapaki Jabatan-Jabatan Strategis

Selama karier militernya, Ryamizard dipercaya menduduki sejumlah posisi penting yang menjadi tonggak perjalanan pengabdiannya.

Beberapa jabatan yang pernah diemban antara lain:

  • Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad
  • Kepala Staf Kostrad
  • Pangdam V/Brawijaya
  • Pangdam Jaya/Jayakarta
  • Panglima Kostrad
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)

Rekam jejak tersebut menempatkannya sebagai salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan modernisasi dan pembinaan kekuatan Angkatan Darat Indonesia.

Menjadi Menteri Pertahanan di Era Jokowi

Setelah memasuki masa purnatugas dari militer, Ryamizard kembali mendapat kepercayaan negara. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja periode 2014–2019.

Di masa jabatannya, Ryamizard dikenal aktif mendorong penguatan kesadaran nasional melalui program bela negara. Program tersebut sempat memunculkan perdebatan di ruang publik karena dianggap belum dipahami secara utuh oleh masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Ryamizard menegaskan bahwa konsep bela negara bukanlah gagasan baru. Menurutnya, dasar hukum dan semangat bela negara telah lama menjadi bagian dari sistem ketatanegaraan Indonesia.

Ia pernah menjelaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah memperkuat rasa cinta tanah air, memperkokoh persatuan bangsa, dan meningkatkan kesadaran warga negara terhadap pentingnya menjaga keutuhan Indonesia.

Baca Juga  Presiden Komisaris PT First Media Tbk Teguh Pudjowigoro Tutup Usia

Dikenal Tegas dan Nasionalis

Bagi banyak kalangan, Ryamizard merupakan figur yang identik dengan ketegasan dan nasionalisme. Dalam berbagai pernyataannya selama menjabat, ia kerap menempatkan kepentingan bangsa sebagai prioritas utama.

Sejumlah rekan dan kolega mengenangnya sebagai pemimpin yang lugas, berani mengambil keputusan, serta memiliki perhatian besar terhadap ketahanan nasional.

Pengabdiannya yang berlangsung lebih dari empat dekade menjadi bagian penting dalam sejarah pertahanan Indonesia, baik ketika mengenakan seragam militer maupun saat berada di pemerintahan.

Warisan Pengabdian untuk Negeri

Kepergian Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak panjang yang akan dikenang dalam perjalanan bangsa. Dari seorang taruna muda hingga menjadi Menteri Pertahanan, hidupnya diwarnai komitmen terhadap keamanan dan kedaulatan negara.

Warisan pemikiran mengenai nasionalisme, bela negara, dan pentingnya persatuan bangsa menjadi bagian dari kontribusi yang akan terus dikenang oleh generasi mendatang.

Selamat jalan Jenderal. Pengabdianmu untuk Indonesia akan tetap tercatat dalam sejarah.

Sumber berita menarik lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait