JurnalLugas.Com – Meneguk segelas minuman es setelah beraktivitas di bawah terik matahari memang terasa menyegarkan.
Namun, kebiasaan tersebut sering dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan.
Lalu, benarkah minum es saat tubuh terlalu panas dapat membahayakan?
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa tubuh yang mengalami peningkatan suhu akibat aktivitas berat atau cuaca panas membutuhkan proses pendinginan secara bertahap.
Mengonsumsi minuman yang sangat dingin dalam kondisi tersebut memang tidak selalu berbahaya, tetapi pada sebagian orang dapat memicu respons tertentu dari tubuh.
Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa perubahan suhu yang terlalu cepat dapat membuat pembuluh darah di area mulut dan tenggorokan berkontraksi.
Akibatnya, sebagian orang bisa merasakan sensasi pusing, nyeri kepala, hingga rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
“Yang perlu diwaspadai bukan sekadar minuman dinginnya, melainkan kondisi tubuh yang masih sangat panas dan dehidrasi. Pendinginan secara bertahap lebih dianjurkan,” ujar seorang dokter spesialis penyakit dalam, Sabtu 27 Juni 2026.
Bisa Memicu Kram Perut
Selain menyebabkan rasa tidak nyaman di tenggorokan, minuman es juga dapat memicu kram pada sebagian orang, terutama jika diminum dalam jumlah banyak setelah olahraga berat.
Saat tubuh bekerja keras, aliran darah lebih banyak menuju otot dan kulit untuk membantu proses pendinginan.
Ketika minuman bersuhu sangat dingin masuk ke lambung secara cepat, sebagian orang dapat mengalami kontraksi otot saluran pencernaan yang memicu kram ringan.
Meski demikian, kondisi tersebut umumnya bersifat sementara dan tidak menimbulkan gangguan serius pada orang yang sehat.
Tidak Menyebabkan Flu
Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa minum es dapat menyebabkan flu. Faktanya, flu disebabkan oleh infeksi virus, bukan karena suhu minuman.
Minuman dingin memang dapat membuat tenggorokan terasa lebih sensitif pada sebagian orang, terutama jika sedang mengalami iritasi atau daya tahan tubuh menurun.
Namun, hingga kini tidak ada bukti ilmiah bahwa air es menjadi penyebab langsung seseorang terserang flu.
Cara Aman Menghilangkan Haus Setelah Kepanasan
Agar tubuh kembali segar tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana, di antaranya:
- Beristirahat beberapa menit di tempat yang teduh.
- Minum air putih secara perlahan untuk mengganti cairan tubuh.
- Hindari langsung menenggak minuman yang sangat dingin dalam jumlah besar.
- Jika berkeringat banyak, pilih minuman yang membantu menggantikan elektrolit sesuai kebutuhan.
- Biarkan suhu tubuh menurun secara alami sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat dingin.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Apabila setelah kepanasan muncul gejala seperti pusing berat, muntah terus-menerus, kehilangan kesadaran, kejang, atau suhu tubuh sangat tinggi, kondisi tersebut bisa menjadi tanda heat stroke yang memerlukan penanganan medis segera.
Mengutamakan hidrasi yang cukup, mengenakan pakaian yang nyaman, dan menghindari paparan sinar matahari berlebihan tetap menjadi langkah terbaik untuk mencegah gangguan akibat cuaca panas.
Pada akhirnya, minum es saat tubuh terasa panas bukanlah hal yang otomatis berbahaya. Namun, memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan suhu sebelum mengonsumsi minuman yang sangat dingin merupakan pilihan yang lebih bijak demi menjaga kenyamanan dan kesehatan.
Baca berita kesehatan lainnya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com
(Wening)






