BPS Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi Jamin Tidak Bocor, Masyarakat Harus Jujur Berikan Data

JurnalLugas.Com – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan penyusunan statistik nasional.

Informasi yang diberikan masyarakat tidak akan dipublikasikan dalam bentuk identitas individu, melainkan diolah menjadi data agregat sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Bacaan Lainnya

Komitmen tersebut kembali disampaikan BPS seiring berlangsungnya tahapan pendataan langsung atau door to door yang saat ini masih berjalan di berbagai daerah setelah berakhirnya fase pendataan mandiri secara daring.

Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiwan, mengatakan masyarakat tidak perlu ragu memberikan informasi kepada petugas sensus karena perlindungan data menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026.

Baca Juga  Bank Dunia Sebut 60 Persen Penduduk Indonesia Miskin Ini Kata BPS

“Seluruh informasi yang dihimpun dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kebutuhan statistik,” ujar Dadang.

BPS menjelaskan, pendataan daring telah dilaksanakan selama Mei hingga Juni 2026.

Selanjutnya, petugas melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah masyarakat mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk menjangkau responden yang belum sempat mengisi data secara mandiri.

Pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha berskala besar maupun kecil, tetapi juga rumah tangga yang memiliki aktivitas ekonomi atau usaha keluarga.

Data tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional.

Agar masyarakat merasa aman saat menerima kunjungan petugas, BPS memastikan seluruh petugas lapangan dibekali surat tugas resmi dan mengenakan rompi khusus Sensus Ekonomi 2026 sebagai identitas selama menjalankan tugas.

BPS mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa identitas petugas sebelum memberikan informasi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pendataan.

Menurut Dadang, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya hanya disajikan dalam bentuk statistik agregat.

Dengan demikian, tidak ada data pribadi maupun identitas responden yang dipublikasikan kepada pihak mana pun.

“Kami mengajak masyarakat menerima petugas resmi, memberikan data yang benar, dan yakin bahwa kerahasiaan informasi tetap terlindungi,” katanya.

BPS berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menghasilkan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Ikuti informasi ekonomi, statistik nasional, dan berita terpercaya lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait