BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumut

JurnalLugas.Com – BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 1 hingga 4 September 2026. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 4 meter akibat penguatan angin dan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan cuaca buruk.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 2,5 hingga 4 meter meliputi perairan barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Batu.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Batu, dan perairan timur Kepulauan Nias.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, meminta pengguna transportasi laut memperhatikan kondisi angin dan gelombang sebelum beraktivitas.

Baca Juga  Resmi! UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen, Gaji Minimum Tembus Segini

“Nelayan dan pengguna jasa pelayaran perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

BMKG mencatat angin di utara ekuator umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 11-26 knot. Di selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai 35 knot.

Ancaman tidak hanya datang dari gelombang laut. Kondisi atmosfer di Sumatera Utara juga mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan sedang hingga sangat lebat, petir, serta angin kencang dalam waktu singkat.

Cuaca tersebut diperkirakan lebih berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari.

BMKG juga memberikan batas kewaspadaan bagi sejumlah jenis kapal. Perahu kecil perlu berhati-hati ketika angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter.

Kapal tongkang diminta waspada pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri perlu memperhatikan kondisi ketika angin mencapai 21 knot dan gelombang 2,5 meter.

Penguatan monsun Australia turut memengaruhi kondisi cuaca dengan berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari. Pemanasan permukaan yang lebih optimal kemudian dapat mendorong pertumbuhan awan hujan pada sore sampai malam.

Bagi nelayan dan operator kapal, perkembangan informasi cuaca menjadi penting sebelum memutuskan berlayar. Gelombang tinggi yang datang bersamaan dengan angin kencang dapat meningkatkan risiko keselamatan di laut.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com

(Agus Sitorus)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait