JurnalLugas.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi sorotan setelah sejumlah kasus dugaan keracunan makanan terjadi di beberapa daerah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak.
Dalam beberapa hari terakhir, kasus serupa dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Ribuan siswa, guru, hingga peserta didik di lingkungan pesantren dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG.
Kejadian yang berulang membuat aspek keamanan pangan kembali menjadi perhatian. Program MBG memang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, tujuan tersebut harus berjalan beriringan dengan jaminan bahwa makanan yang diberikan aman dikonsumsi.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan menghentikan sementara distribusi makanan dari dapur yang bermasalah.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menekankan bahwa keselamatan anak harus menjadi ukuran utama dalam pelaksanaan program. Menurutnya, evaluasi perlu menyentuh sistem pengawasan dan tata kelola agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Persoalan keamanan tidak hanya berada pada proses memasak. Penanganan bahan makanan, kebersihan dapur, waktu produksi, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi juga menjadi bagian penting yang harus dikontrol secara ketat,” katanya, Kamis 10 September 2026.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 50.000 orang telah terdampak dalam berbagai kejadian dugaan keracunan yang berkaitan dengan MBG sejak program tersebut dimulai.
Pemerintah pun melakukan pemeriksaan terhadap pusat distribusi makanan dan menutup sejumlah dapur yang dinilai tidak memenuhi standar sanitasi.
Program pemenuhan gizi seharusnya memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko baru bagi penerimanya. Karena itu, keselamatan anak perlu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap tahap pelaksanaan MBG.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Catur)






