Keracunan MBG Berastagi Karo, Tiga Bakteri Ditemukan di Sampel Makanan

JurnalLugas.Com – Temuan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungkap adanya tiga jenis bakteri pada sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan siswa di Berastagi.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah sisa makanan dari sekolah, yakni nasi, ikan dencis saus, dan melon. Selain itu, petugas juga memeriksa sampel muntahan dari salah satu korban.

Bacaan Lainnya

Hasil pemeriksaan mikrobiologi menunjukkan adanya bakteri berbeda pada masing-masing sampel. Sisa nasi dinyatakan positif mengandung Bacillus cereus, sedangkan sisa ikan dencis dengan saus ditemukan Staphylococcus aureus.

Sementara itu, sampel melon dinyatakan positif mengandung Escherichia coli (E. coli). Sampel muntahan salah satu korban juga positif mengandung Staphylococcus aureus.

Baca Juga  Geger MBG Jakarta Timur Puluhan Siswa Keracunan Spageti, Ini Kronologi dan Temuan Awal

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Mardin Purba, mengatakan hasil tersebut diperoleh setelah sampel menjalani pemeriksaan di laboratorium, termasuk pengujian kimia dan mikrobiologi.

Menurut Mardin, hasil pemeriksaan bakteriologi dari sampel nasi menunjukkan adanya Bacillus cereus. Temuan serupa juga ditemukan pada jenis makanan lain dengan bakteri yang berbeda.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan keracunan MBG yang terjadi di Berastagi pada 13 Agustus 2026. Hingga 9 September 2026, masih terdapat enam korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Empat korban dirawat di Rumah Sakit Efarina Berastagi, sementara dua lainnya berada di Rumah Sakit Amanda Berastagi,” katanya, Kamis 10 September 2026.

Mardin menyebut penanganan terhadap korban telah dilakukan sejak awal kejadian. Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan di Medan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karo juga terus melakukan pemantauan terhadap korban yang masih menjalani perawatan. Pendampingan psikologis turut diberikan kepada korban yang membutuhkan.

Temuan tiga jenis bakteri dalam sampel makanan tersebut kini menjadi bagian penting dalam penanganan kasus dugaan keracunan MBG di Karo.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membantu mengidentifikasi sumber kontaminasi dan menjadi bahan evaluasi terhadap keamanan makanan yang dibagikan kepada siswa.

Baca berita terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait