Irma NasDem Blak-blakan soal Jokowi, Masih Dicintai Rakyat dan Punya Hak Politik

JurnalLugas.Com — Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai masih memiliki pengaruh di tengah masyarakat meski tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI. Penilaian itu disampaikan politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago.

Irma mengatakan, perhatian masyarakat terhadap Jokowi masih terlihat ketika dirinya berkunjung ke Solo. Ia mengaku melihat langsung warga yang masih datang menemui dan menunjukkan perhatian kepada mantan presiden tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara yang ditayangkan Cokro TV pada 16 September 2026, Irma juga mengaitkan posisi politik Jokowi dengan kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Menurut Irma, Prabowo yang sebelumnya telah tiga kali maju dalam kontestasi Pilpres baru berhasil memenangkan pemilihan setelah mendapat dukungan Jokowi.

“Prabowo maju tiga kali, baru ketika didukung Pak Jokowi dia menang,” ujar Irma.

Secara resmi, KPU memang menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan calon terpilih Pilpres 2024. KPU mencatat pasangan tersebut memperoleh 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional.

Baca Juga  Tak Ada Matahari Kembar! Bahlil Pastikan Menteri Hanya Konsolidasi ke Prabowo

Namun, kaitan langsung antara dukungan Jokowi dan kemenangan Prabowo merupakan penilaian politik Irma, bukan kesimpulan yang ditetapkan oleh KPU. Hasil resmi pemilu mencatat perolehan suara, sementara faktor yang memengaruhi pilihan pemilih menjadi bagian dari analisis politik.

Irma juga menilai keputusan Prabowo menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang berkembang saat itu. Bagi dia, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Jokowi masih menjadi figur yang diperhitungkan dalam politik nasional.

Di sisi lain, Irma menegaskan bahwa status Jokowi sebagai mantan presiden tidak menghilangkan hak politiknya. Ia membandingkan posisi Jokowi dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pak Jokowi sudah bukan presiden. Dia punya hak politik,” kata Irma.

Menurutnya, Jokowi tetap memiliki kebebasan menentukan sikap dan menjalankan aktivitas politik selama berada dalam koridor hukum.

Irma juga menanggapi pihak-pihak yang mempermasalahkan aktivitas politik Jokowi. Ia meminta persoalan tersebut tidak dikaitkan secara berlebihan dengan tingkat popularitas seseorang.

“Jangan baper,” ujarnya.

Ia kembali menggunakan pengamatannya di Solo sebagai alasan bahwa Jokowi masih mendapat perhatian dari sebagian masyarakat. Irma menyebut warga yang mendatangi Jokowi menjadi salah satu gambaran mengenai penerimaan publik terhadap mantan presiden tersebut.

Selain membahas pengaruh politik, Irma turut menyoroti sejumlah program pembangunan pada masa pemerintahan Jokowi, termasuk pembangunan jalan tol, tol laut, rumah sakit, sekolah dan kereta cepat.

Pernyataan Irma tersebut memperlihatkan bahwa posisi Jokowi setelah meninggalkan Istana masih menjadi bagian dari perdebatan politik nasional.

Sementara kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 merupakan fakta resmi berdasarkan penetapan KPU, besarnya pengaruh Jokowi terhadap hasil tersebut tetap merupakan isu analisis politik yang memiliki beragam pandangan.

Baca berita politik dan informasi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait