Arogansi Viral Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Mahasiswa, Briptu Asky Rizal Toding Akhirnya Minta Maaf

JurnalLugas.Com – Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Briptu Asky Rizal Toding, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah video tindakannya terhadap mahasiswa yang berunjuk rasa viral di media sosial. Ia mengakui perbuatannya keliru dan berjanji tidak mengulanginya.

Dalam video permintaan maaf yang beredar, Asky mengakui tindakannya telah menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan perilakunya tersebut.

Bacaan Lainnya

Asky menjelaskan, tindakan yang menuai kecaman itu terjadi secara spontan dan bukan atas instruksi pihak mana pun. Ia menyampaikan penyesalan sekaligus meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan.

Ia juga berjanji akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar tidak kembali bertindak berlebihan ketika menghadapi masyarakat, termasuk mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

Kasus ini bermula dari aksi mahasiswa di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (19/10/2026). Mahasiswa menggelar demonstrasi untuk menyuarakan persoalan kebakaran hutan serta mempertanyakan kinerja Gubernur Rudy Mas’ud.

Baca Juga  Kapolsek dan Kanit Polsek Perbaungan Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Setelah berunjuk rasa sejak siang, massa mengaku kecewa karena gubernur tidak menemui mereka. Mahasiswa kemudian berinisiatif menunggu kedatangan Rudy di Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda.

Ketika rombongan gubernur tiba, seorang mahasiswa berusaha meminta penjelasan secara langsung. Ia mempertanyakan alasan Rudy tidak menemui massa aksi sebelumnya.

Namun, Rudy hanya tersenyum sebelum melanjutkan langkah menuju masjid. Situasi kemudian menjadi sorotan setelah seorang ajudan yang berada di rombongan tersebut terlihat menyenggolkan tubuhnya ke arah mahasiswa yang sedang merekam kedatangan gubernur.

Rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu menyebar luas di media sosial. Sikap ajudan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan sikap yang semestinya ditunjukkan oleh aparat yang bertugas mendampingi pejabat publik.

Peristiwa itu juga memunculkan pertanyaan mengenai cara pihak yang berada di lingkungan kekuasaan merespons masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan meminta penjelasan kepada pemimpinnya.

Setelah video tersebut viral, akun Instagram yang diduga milik Asky, @askyandlaura, menjadi sasaran komentar warganet. Akun itu kemudian tidak lagi terlihat setelah dibanjiri komentar negatif.

Baca Juga  Oknum Polisi Beking Narkoba, Bareskrim, Siap Pecat Penjarakan Anggota

Permintaan maaf Asky menjadi perkembangan terbaru dalam polemik tersebut. Pengakuannya bahwa tindakan itu dilakukan secara spontan tanpa perintah siapa pun merupakan penjelasan yang disampaikannya sendiri dalam video permintaan maaf.

Meski demikian, kejadian ini mengingatkan bahwa pengamanan pejabat publik tidak semestinya berubah menjadi tindakan intimidatif terhadap masyarakat.

Mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tetap memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan dan menyuarakan kritik secara damai.

Di tengah sorotan publik, permintaan maaf menjadi langkah awal untuk merespons kecaman. Namun, sikap profesional dalam menjalankan tugas dan penghormatan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat tetap menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Bowo)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait