JurnalLugas.Com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pelaksanaan program makan siang gratis di Brasil. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari implementasi program tersebut sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk kebijakan serupa di Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungannya, Menko PMK mengunjungi Restaurante do Povo Herbert de Souza dan Colegio Estadual Souza Aguiar. Restoran ini menyediakan makanan gratis bagi warga miskin, lansia, dan difabel dengan subsidi dari pemerintah. Muhadjir menyatakan, “Ini salah satu contoh dari pemerintah Brasil bagaimana cara memerangi kemiskinan dan melawan kelaparan. Ini saya kira contoh yang sangat bagus.”
Kunjungan tersebut dilakukan sebelum menghadiri pertemuan Ministerial Meeting G20: Task Force for a Global Alliance against Hunger and Poverty di Rio de Janeiro. Brazil, sebagai tuan rumah dan Ketua G20 tahun 2024, memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan keberhasilan program sosialnya. Indonesia, yang pernah menjadi Ketua G20 pada 2022, melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar dan mengadopsi program serupa.
Di Colegio Estadual Souza Aguiar, Muhadjir disambut oleh Kepala Sekolah Andrea Montalvao dan para siswa. Muhadjir meninjau dapur sekolah serta ruang kelas dan berdialog dengan siswa mengenai kualitas makanan yang disediakan. Di papan pengumuman dekat dapur sekolah, tertulis rincian transparansi biaya makan gratis yang dianggarkan dari pusat dan negara bagian, dengan total anggaran sebesar R$23,180.44 untuk 769 siswa, atau sekitar Rp4,400 per siswa per hari.
Di Restaurante do Povo, Muhadjir mendapatkan gambaran langsung tentang program makan gratis bagi masyarakat miskin. Warga cukup membayar R$3 untuk makan, sedangkan lansia dan difabel hanya membayar R$1, dengan subsidi pemerintah sebesar R$2 per porsi. Felipe, pengelola restoran, menjelaskan bahwa biaya operasional ditutup dengan donasi dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha. Setiap hari, restoran ini melayani hingga 2.000 orang dengan menu yang bergizi dan higienis.
Program makan gratis di Brasil ini telah berjalan sejak 1955 dan menjadi salah satu langkah efektif dalam memerangi kelaparan dan malnutrisi. Program ini juga mengoptimalkan perekonomian lokal dengan melibatkan petani sekitar sebagai pemasok bahan makanan. Muhadjir melihat program ini sebagai benchmark yang baik untuk kebijakan serupa di Indonesia.
Dengan adanya rencana anggaran sebesar Rp71 triliun di RAPBN 2025 untuk program makan bergizi gratis, diharapkan Indonesia dapat mengimplementasikan program yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan akses makanan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup.






