Grab dan Gojek Bersaing Sengit dalam Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah

JurnalLugas.Com – Grab Indonesia, bagian dari Grab Holdings Ltd, mengumumkan minatnya untuk berpartisipasi dalam program makan bergizi gratis yang diinisiasi oleh pemerintahan terpilih Presiden dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat luas dan memperkuat pemberdayaan ekonomi.

Minat Grab muncul seiring dengan partisipasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang lebih dulu terlibat dalam program ini. Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menyatakan bahwa Grab siap berkolaborasi untuk mengimplementasikan program pemerintah ini. “Grab siap berkolaborasi untuk mengimplementasikan program pemerintah,” ujar Tirza, 07 Agustus 2024.

Bacaan Lainnya

Saat ini, Grab tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjajaki bentuk dukungan yang paling efektif dan berdampak positif. “Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjajaki bentuk dukungan yang paling efektif dan berdampak positif,” tambah Tirza.

Baca Juga  Saham GOTO Terancam Kembali ke Level Gocap

Keterlibatan Grab dan GOTO dalam program makan bergizi gratis ini berfokus pada penyediaan makanan melalui ekosistem pemesanan makanan online. GrabFood dan GoFood, platform pemesanan makanan milik Grab dan GOTO, akan menjadi ujung tombak dalam distribusi makanan tersebut.

Menurut laporan Momentum Works, perusahaan riset yang berbasis di Singapura, Grab dan GOTO memimpin pasar pesan antar makanan dan minuman berbasis aplikasi online di Indonesia. Laporan yang diterbitkan pada Februari lalu menunjukkan bahwa Grab dan GOTO berhasil mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD 4,6 miliar, dengan GoFood mencapai USD 1,8 miliar.

Para analis memperkirakan bahwa program ini akan memberikan keuntungan signifikan bagi GOTO dan Grab. Satria Sambijantoro, Head of Research Bahana Sekuritas, dalam risetnya memperkirakan bahwa GOTO akan mendapatkan tambahan GMV sebesar Rp30 triliun dan pendapatan bersih minimal Rp1,5 triliun setiap tahun dari program ini. Perkiraan ini didasarkan pada tingkat pengambilan komisi atau take-rate yang diambil GOTO dari merchant GoFood yang berkisar antara 5%-10%.

Baca Juga  Pemprov DKI Jakarta Gandeng CSR dan Swasta Sediakan Makan Gratis untuk Pelajar

Namun, Satria juga menekankan bahwa perkiraan pendapatan tersebut didasarkan pada asumsi anggaran program sebesar Rp71 triliun, dengan pembagian pendapatan dari kemungkinan saingannya, Grab Holdings.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan program makan bergizi gratis dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas serta memperkuat perekonomian Indonesia.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait