JurnalLugas.Com – Thailand baru saja menyambut Perdana Menteri (PM) baru, Paetongtarn Shinawatra, yang menggantikan Srettha Thavisin. Pada usia 37 tahun, Paetongtarn menjadi PM termuda dalam sejarah Thailand.
Penunjukan Paetongtarn oleh parlemen Thailand menegaskan kembali dominasi dinasti Shinawatra dalam politik negara tersebut. Ayahnya, Thaksin Shinawatra, dan bibinya, Yingluck Shinawatra, juga pernah memimpin Thailand. Thaksin, yang merupakan pengusaha telekomunikasi sukses, dijatuhkan dari jabatannya melalui kudeta militer pada 2006.
Paetongtarn, yang lahir dan dibesarkan di Bangkok, merupakan anak bungsu Thaksin. Dia mengenang, “Ketika saya berusia 8 tahun, ayah mulai terjun ke dunia politik. Sejak saat itu, kehidupan saya tidak terlepas dari dunia politik.”
Walaupun Paetongtarn kalah dalam pemilu dari Srettha, Mahkamah Konstitusi Thailand kemudian mencopot Srettha dari kursi PM karena terlibat dalam kontroversi terkait pengangkatan menteri dengan catatan kriminal. Partai Pheu Thai kemudian memilih Paetongtarn sebagai kandidat PM.
Lahir dalam keluarga pebisnis terkemuka di Thailand, Paetongtarn terlibat dalam bisnis keluarga, khususnya di sektor perhotelan, sebelum memasuki politik tiga tahun lalu. Pada Oktober 2023, dia diangkat sebagai Ketua Umum Partai Pheu Thai. Dalam pemilu terakhir, Paetongtarn bersaing dengan Srettha Thavisin, seorang pengusaha properti yang didukung oleh junta militer, serta mantan Menteri Kehakiman Chaikasem Nitisiri.






