Divhubinter Polri PM Thailand Paethongtarn Shinawatra Bantu Tangkap Fredy Pratama setelah RI Bekuk Chaowalit Thungduang

JurnalLugas.Com – Divisi Hubungan Internasional Polri (Divhubinter) mengumumkan komitmen Perdana Menteri (PM) Thailand, Paethongtarn Shinawatra, untuk membantu Indonesia dalam menangkap pengedar narkoba internasional, Fredy Pratama. Dalam pernyataannya pada 10 Oktober 2024, Kepala Divhubinter Polri, Irjen Pol. Krishna Murti, menegaskan bahwa Thailand sangat serius dalam memberikan dukungan untuk menangkap Fredy Pratama, meskipun mereka meminta waktu untuk melaksanakan rencana tersebut.

Kerja sama antara Indonesia dan Thailand dalam penanganan kasus Fredy Pratama semakin menguat setelah Indonesia berhasil menangkap buronan nomor satu Thailand, Chaowalit Thungduang, yang juga dikenal dengan nama Sia Pang Nanode atau Sulaiman. Penangkapan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya kedua negara untuk memberantas jaringan narkoba internasional.

Bacaan Lainnya

Dalam konteks yang lebih luas, Indonesia juga mendapatkan dukungan dari pemerintah Filipina untuk negosiasi tukar buronan. Alice Guo, mantan Wali Kota Bamban, Filipina, yang ditangkap di Tangerang, akan dipertukarkan dengan Gregor Johann Haas, seorang warga negara Australia yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba.

Baca Juga  Mahkamah Thailand Nonaktifkan PM Paetongtarn Imbas Bocoran dengan Hun Sen

“Kami mendapatkan jaminan dari Presiden Filipina untuk mendukung penuh pemulangan tersangka Gregor Johann Haas,” tambah Irjen Pol. Krishna Murti.

Proses negosiasi antara Indonesia dan Filipina tengah berlangsung, dengan Sekretaris Dalam Negeri Filipina, Benjamin Abalos Jr., mewakili pihak Filipina. Meskipun Alice Guo adalah buronan Filipina, penangkapannya di Indonesia menunjukkan komitmen Indonesia untuk bekerja sama dalam penanganan kasus narkoba.

Irjen Pol. Krishna Murti menjelaskan bahwa pencarian Fredy Pratama memerlukan waktu, mengingat kompleksitas sistem politik dan hukum di masing-masing negara. “Kami harus sangat hati-hati dan memperhatikan diplomasi internasional dalam setiap langkah,” ujarnya.

Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang diketahui mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand. Sejak tahun 2014, ia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam upaya menangkap Fredy, Polri telah membentuk tim khusus yang diberi nama Operasi Escobar. Sejak September hingga Juli 2024, sebanyak 60 tersangka jaringan Fredy Pratama telah ditangkap. Mereka tidak hanya dijerat dengan pasal terkait peredaran narkoba, tetapi juga dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca Juga  Nama Fredy Pratama Gembong Narkoba Rp56 Triliun Hilang dari Red Notice Interpol Ini Penjelasan Polri

Dengan dukungan dari negara-negara tetangga, diharapkan upaya penangkapan Fredy Pratama dan anggota jaringannya dapat segera terwujud. Komitmen internasional ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memberantas kejahatan lintas negara, terutama dalam kasus narkoba yang merugikan masyarakat luas.

Melalui langkah-langkah strategis dan diplomasi yang hati-hati, Indonesia berupaya mengembalikan keamanan dan ketertiban masyarakat dari ancaman peredaran narkoba yang semakin marak.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait