JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus, baru-baru ini mengisyaratkan adanya kemungkinan perubahan dalam pencalonan Airin Rahmy Diani sebagai calon gubernur pada Pilkada Banten. Airin, yang sebelumnya diproyeksikan untuk maju bersama kader PDIP, Ade Sumardi, sebagai calon wakil gubernur, kini mungkin akan dialihkan untuk mengemban tugas lain.
Dalam pernyataannya kepada wartawan setelah menghadiri Deklarasi Ridwan Kamil-Suswono di Hotel Sultan, Lodewijk menyatakan, “Bu Airin mungkin kita akan arahkan ke tugas lain. Nanti kita lihat dulu.” Pernyataan ini membuka kemungkinan Partai Golkar akan menarik dukungan bagi Airin di Pilkada Banten.
Keputusan ini berpotensi menempatkan PDIP sebagai satu-satunya partai besar tanpa koalisi dan calon di Pilkada Banten, situasi yang pernah terjadi di Pilkada DKI Jakarta dan Sumatra Utara.
Pada Pilkada DKI, seluruh partai politik bersatu dalam Koalisi Jakarta Baru mendukung Ridwan Kamil-Suswono, sementara PDIP hanya bisa menonton karena tidak memiliki cukup kursi untuk mengajukan calon sendiri.
Serupa di Sumatera Utara, PDIP hanya dapat mengajukan Eddy Rahmayadi karena memiliki kursi yang cukup, meski semua partai lain mendukung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution.
Lodewijk mengakui bahwa belum ada keputusan pasti mengenai tugas baru yang akan diemban Airin. Namun, mundurnya Golkar dari koalisi dengan PDIP diduga kuat berkaitan dengan rencana Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk tetap solid dalam Pilkada strategis lainnya.
Sebagai informasi, KIM telah mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah pada Pilkada Banten. Dukungan ini berasal dari berbagai partai, termasuk Gerindra, Demokrat, PSI, PAN, PPP, PKB, PKS, dan Nasdem. Sementara itu, PDIP kembali berpotensi terisolasi tanpa dukungan koalisi di ajang Pilkada yang penting ini.






