Klaim Menaker Ida Fauziyah Angka Pengangguran Turun Signifikan

JurnalLugas.Com – Pada Februari 2024, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengumumkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia turun menjadi 4,82 persen. Angka ini merupakan yang terendah sejak era reformasi, menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam kondisi ketenagakerjaan, terutama pasca pandemi Covid-19 yang sempat menaikkan tingkat pengangguran hingga 7,07 persen pada tahun 2020.

Menurut Ida Fauziyah, penurunan ini merupakan hasil dari upaya kolaboratif dalam menangani pandemi dan pemulihan ekonomi yang disertai dengan peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Dalam acara Festival Ketenagakerjaan 2024 di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran, ia menegaskan bahwa angka ini mencerminkan keberhasilan dalam menekan tingkat pengangguran, yang disebutnya sebagai yang terendah setidaknya sejak masa reformasi.

Bacaan Lainnya

“Seiring dengan upaya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi yang kolaboratif disertai dengan penciptaan lapangan kerja akibat tumbuhnya investasi, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2024 dapat kita tekan menjadi 4,82 persen. Ini merupakan tingkat pengangguran terendah setidaknya pasca reformasi,” ujar Ida, 23 Agustus 2024.

Baca Juga  Resmi! Menaker Luncurkan Program Magang “Best Learning” Berbasis Teknologi 4.0

Keberhasilan ini tidak lepas dari arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menekankan pentingnya kebijakan dan regulasi yang solutif, responsif, dan adaptif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan. Tantangan pasar kerja yang semakin dinamis, dengan adanya digitalisasi, transisi hijau, dan perubahan struktur demografi, juga menjadi faktor yang mempengaruhi pola hubungan kerja, cara kerja, serta kebutuhan kompetensi sumber daya manusia.

Namun, Ida juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi, yaitu sebagian besar angkatan kerja dan penduduk yang bekerja masih berpendidikan rendah, yaitu setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, tingkat pengangguran di kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan perguruan tinggi masih relatif tinggi.

Baca Juga  Kenaikan UMP 2026 Dikaji, Menaker Tunggu Hasil Akhir, KSPI Minta Naik 10 Persen Lebih

Ida menekankan bahwa kondisi ini mencerminkan adanya ketidakcocokan antara pasokan dan permintaan di pasar kerja, yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi kunci untuk menjawab tantangan ini dan mengoptimalkan potensi tenaga kerja di Indonesia.

Dengan berbagai tantangan yang ada, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi sangat krusial. Hanya dengan langkah-langkah strategis dan berkelanjutan, Indonesia dapat menciptakan iklim ketenagakerjaan yang inklusif dan kompetitif di tengah dinamika global yang terus berubah.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait