JurnalLugas.Com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara tegas menolak usulan kadernya, Hasan Basri Sagala, untuk menjadi calon pendamping Edy Rahmayadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) 2024. Sikap ini diutarakan oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumut, Adlin Tambunan, yang lebih menginginkan Hasan untuk tetap fokus pada tugasnya sebagai Staf Ahli Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta.
Adlin menyatakan bahwa Hasan sebaiknya memprioritaskan pekerjaannya di Kementerian Agama. “Hasan sebaiknya fokus pada tugasnya membantu Pak Menteri Agama, karena banyak pekerjaan di Kementerian Agama yang membutuhkan buah pikirannya,” ujar Adlin, Senin, 26 Agustus 2024.
Lebih lanjut, Adlin mengungkapkan bahwa GP Ansor masih kesulitan untuk mendukung Edy Rahmayadi. Ini disebabkan oleh insiden di tahun 2019, di mana Edy pernah melontarkan penghinaan terhadap GP Ansor, sehingga menjaga kehormatan organisasi menjadi prioritas.
Dari sudut pandang lain, Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara, Agus Suryadi, menyatakan bahwa keinginan Edy untuk menggandeng Hasan dalam Pilkada 2024 dinilai kurang tepat. Agus menilai tindakan Edy yang menghina GP Ansor pada 2019 menjadi catatan negatif yang dapat merusak hubungan dengan masyarakat, khususnya kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor-Banser.
“Hasan memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan pemuda NU. Namun, pernyataan Edy pada 2019 lalu telah melukai GP Ansor, sehingga hubungan antara Edy dan GP Ansor bisa menjadi rumit di masa depan,” kata Agus.
Agus juga menambahkan bahwa pasangan Edy-Hasan bisa menjadi sumber konflik, terutama di internal GP Ansor-Banser. Hal ini dikarenakan sikap negatif Edy di masa lalu yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan anggota GP Ansor.
Sebelumnya, Edy Rahmayadi yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, telah memilih Hasan sebagai bakal calon Wakil Gubernur Sumut untuk mendampinginya dalam Pilkada Sumut 2024. Dukungan resmi dari PDI Perjuangan kepada Edy sebagai calon gubernur di Pilkada Sumut 2024 telah diberikan pada Rabu, 14 Agustus 2024.
Penolakan GP Ansor terhadap Hasan Basri Sagala untuk mendampingi Edy Rahmayadi dalam Pilkada Sumut 2024 mencerminkan dinamika politik yang kompleks di Sumatera Utara. Dengan adanya insiden di masa lalu yang melibatkan Edy dan GP Ansor, keputusan ini tidak hanya berakar pada pertimbangan strategis, tetapi juga pada upaya menjaga kehormatan dan kepercayaan dalam internal organisasi. Bagi Hasan, fokus pada tugasnya di Kementerian Agama tampaknya menjadi pilihan yang lebih bijak.






