JurnalLugas.Com – Elaine Low baru-baru ini menerima hibah saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari ayahnya, Low Tuck Kwong (LTK), sebanyak 7,33 miliar saham. Proses hibah ini dilakukan melalui pasar negosiasi dengan broker UBS Sekuritas (AK) pada harga Rp13.888 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp102 triliun.
Menurut Jenny Quantero, Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, transaksi ini merupakan bagian dari perencanaan suksesi jangka panjang keluarga. “Dato Low Tuck Kwong ingin mengalihkan sebagian sahamnya kepada putri bungsunya, Elaine Low, sebagai bagian dari perencanaan suksesi keluarga,” ujar Jenny pada Kamis (29/8/2024).
Low Tuck Kwong, yang lahir di Singapura, tercatat sebagai orang terkaya keempat di Indonesia menurut data Forbes. Dengan kekayaan mencapai USD24 miliar atau sekitar Rp384 triliun, sebagian besar kekayaannya terletak di BYAN dengan kepemilikan saham sebesar 62,15 persen atau senilai Rp345 triliun. Meskipun terjadi penurunan kepemilikan saham setelah hibah, LTK tetap berada di posisi keempat dalam daftar orang terkaya Indonesia.
Setelah hibah, kepemilikan saham LTK di BYAN menyusut menjadi 40,15 persen atau sekitar Rp223 triliun. Sementara itu, Elaine Low, yang kini memegang 22 persen saham BYAN, diperkirakan memiliki kekayaan mencapai Rp122 triliun. Jumlah ini belum termasuk aset lain di luar Bayan Resources.
Dengan kekayaan tersebut, Elaine Low diperkirakan berada di bawah Sri Prakash Lohia, pemilik Indorama, yang memiliki kekayaan Rp124 triliun. Sri Prakash Lohia adalah pendiri dan pemimpin PT Indorama Synthetics Tbk (INDR). Elaine juga diperkirakan berada di atas Agoes Projosasmito, yang memiliki kekayaan Rp118 triliun dan merupakan Komisaris Utama PT Amman Mineral International Tbk (AMMN).
Daftar Sepuluh Orang Terkaya di Indonesia (31 Agustus 2024):
- Prajogo Pangestu (Barito) – Rp1.169 triliun
- Budi Hartono (Djarum) – Rp417 triliun
- Michael Hartono (Djarum) – Rp401 triliun
- Low Tuck Kwong (Bayan) – Rp223 triliun
- Sri Prakash Lohia (Indorama) – Rp124 triliun
- Elaine Low (Bayan) – Rp122 triliun
- Tahir (Mayapada) – Rp84 triliun
- Chairul Tanjung (CT Corp) – Rp82 triliun
- Lim Hariyanto (Harita) – Rp68 triliun
- Djoko Susanto (Alfamart) – Rp68 triliun






