JurnalLugas.Com – Pada Minggu, 15 September 2024, sebagian besar harga komoditas pangan mengalami kenaikan. Data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan bahwa harga daging ayam ras secara nasional mencapai Rp36.560 per kilogram, meningkat Rp1.950 dari harga sebelumnya. Telur ayam ras juga mengalami kenaikan, menjadi Rp29.230 per kilogram, naik Rp870.
Secara spesifik, Papua Tengah mencatatkan harga tertinggi untuk telur ayam ras, mencapai Rp45.000 per kilogram. Selain itu, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang putih bonggol yang naik Rp560 menjadi Rp40.280 per kilogram, kedelai biji kering (impor) naik Rp60 menjadi Rp10.960 per kilogram, dan jagung untuk peternak yang meningkat Rp820 menjadi Rp6.180 per kilogram.
Komoditas protein hewani seperti ikan juga menunjukkan tren kenaikan. Ikan kembung naik Rp510 menjadi Rp37.980 per kilogram, sementara ikan tongkol meningkat Rp1.440 menjadi Rp33.280 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada gula konsumsi yang naik Rp220 menjadi Rp18.060 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana yang naik Rp380 menjadi Rp18.520 per liter, dan garam halus beryodium yang naik Rp520 menjadi Rp12.010 per kilogram.
Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas pangan mengalami penurunan harga, seperti beras premium yang turun Rp110 menjadi Rp15.420 per kilogram, beras medium turun Rp170 menjadi Rp13.410 per kilogram, dan SPHP turun Rp70 menjadi Rp12.500 per kilogram. Dalam kategori hortikultura, bawang merah turun Rp540 menjadi Rp26.000 per kilogram, cabai merah keriting turun Rp210 menjadi Rp34.680 per kilogram, dan cabai rawit merah turun Rp2.270 menjadi Rp42.410 per kilogram.
Beberapa komoditas pangan hewani juga mengalami penurunan harga. Daging sapi murni turun Rp6.450 menjadi Rp128.800 per kilogram, dan ikan bandeng turun Rp10 menjadi Rp33.230 per kilogram. Selain itu, harga tepung terigu curah turun Rp240 menjadi Rp9.970 per kilogram, tepung terigu kemasan non-curah turun Rp270 menjadi Rp12.900 per kilogram, dan minyak goreng curah turun Rp60 menjadi Rp16.220 per liter.
Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasar pangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan, pasokan, dan kondisi cuaca.






