PBB Liz Throssell OHCHR Serangan Israel ke Lebanon Hanya Ciptakan Penderitaan Besar Kedua Pihak

JurnalLugas.Com – Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terkait invasi darat besar-besaran yang dilakukan oleh Israel ke Lebanon. Juru bicara OHCHR, Liz Throssell, menyatakan bahwa tindakan ini “hanya akan mengakibatkan penderitaan yang lebih besar diantara kedua pihak.” Dalam pernyataannya pada 1 Oktober 2024, Throssell menekankan potensi konflik ini untuk memperburuk kondisi kemanusiaan di Timur Tengah.

Throssell mengingatkan bahwa ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hizbullah dapat berakibat fatal bagi warga sipil. Ia juga mengindikasikan kemungkinan meluasnya konflik ini ke negara-negara lain di kawasan tersebut, memperingatkan bahwa dampaknya terhadap masyarakat sipil sudah sangat mengerikan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Serangan Israel ke Lebanon Bikin Dunia Geram, Uni Eropa Langsung Turun Tangan

“Semua pihak yang terlibat dalam konflik harus mampu membedakan dengan jelas antara target militer dan warga sipil serta objek sipil lainnya,” tegas Throssell. Dia menyerukan agar semua pihak melakukan upaya maksimal untuk melindungi kehidupan dan infrastruktur vital bagi masyarakat sipil, sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, juga menyerukan perlunya negosiasi untuk menghentikan kekerasan dan penghancuran yang terus berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Seruan ini datang setelah militer Israel meluncurkan operasi darat “terbatas dan terarah” di Lebanon selatan, menyusul serangan udara besar-besaran yang dimulai sejak 23 September 2024.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel telah mengakibatkan lebih dari 1.057 korban jiwa dan lebih dari 2.950 orang terluka. Di antara yang tewas adalah sejumlah pemimpin Hizbullah, termasuk sekretaris jenderal, Hassan Nasrallah. Konflik ini juga telah diperburuk oleh perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas, yang telah menyebabkan hampir 41.600 kematian di Gaza sejak Oktober tahun lalu.

Baca Juga  Prabowo Konsisten Jalankan UUD 1945 Tapi Kebijakan Pemda Naikkan Pajak Ugal-ugalan

Masyarakat internasional semakin khawatir bahwa serangan Israel di Lebanon dapat memicu konflik yang lebih besar di kawasan tersebut, berpotensi memperluas ketegangan menjadi perang regional. Dalam situasi yang sudah genting ini, seruan untuk dialog dan negosiasi menjadi semakin mendesak untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait