JurnalLugas.Com – Laba bersih perusahaan minyak dan gas (Migas) asal Italia, Eni (BIT: ENI), yang diatribusikan kepada pemegang saham mengalami penurunan signifikan sebesar 48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang periode Januari hingga September 2024. Selama sembilan bulan tersebut, Eni berhasil mencatat laba bersih sebesar 2,394 miliar euro atau sekitar Rp40,3 triliun (dengan asumsi kurs saat ini).
Dalam laporan resmi yang dirilis pada Jumat, 25 Oktober 2024, Eni juga melaporkan penurunan laba bersih per saham dari 1,35 euro menjadi 0,72 euro. Selain itu, total pendapatan perusahaan turut menyusut sebesar 5 persen menjadi 65,309 miliar euro dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Produksi Hidrokarbon
Meskipun laba dan pendapatan menurun, Eni mencatat pertumbuhan produksi bahan bakar hidrokarbon sebesar 4 persen selama tiga kuartal pertama 2024. Produksi tersebut mencapai 1,704 juta barel setara minyak per hari, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional di tengah tantangan pasar energi global.
Kinerja Kuartal III-2024
Khusus pada kuartal ketiga 2024, penurunan laba bersih Eni semakin terlihat tajam, turun hingga 3,7 kali lipat menjadi 522 juta euro dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin pada laba bersih per saham, yang turun dari 0,57 euro menjadi 0,16 euro. Di sisi lain, pendapatan kuartalan menurun 7 persen menjadi 20,658 miliar euro.
Namun demikian, produksi hidrokarbon pada kuartal III tetap menunjukkan peningkatan 2 persen yoy, mencapai 1,661 juta barel setara minyak per hari selama periode Juli hingga September 2024.
Operasi Global Eni dan Fokus pada Energi Terbarukan
Eni, sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka dunia, saat ini beroperasi di 62 negara dengan lebih dari 32.000 karyawan. Selain fokus pada eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas, Eni juga aktif dalam pemasaran, perdagangan, serta transportasi energi. Perusahaan ini semakin serius mengembangkan bisnis energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmennya terhadap transisi energi berkelanjutan.
Penurunan laba Eni pada 2024 mencerminkan dinamika pasar energi yang penuh tantangan, namun fokus pada peningkatan produksi dan pengembangan energi terbarukan dapat menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan di masa mendatang.






