McDonald’s Terancam Bangkrut Penjualan Anjlok di Kuartal III-2024 Ini Penyebabnya

JurnalLugas.Com – McDonald’s dengan kode saham NYSE: MCD melaporkan penurunan penjualan global pada kuartal III-2024, yang angkanya lebih tajam dibandingkan dengan perkiraan para analis. Penurunan ini disebabkan oleh lemahnya perdagangan di berbagai pasar utama, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Situasi ini terjadi meskipun McDonald’s telah gencar melakukan promosi untuk menarik kembali pelanggan setelah beberapa tahun mengalami kenaikan harga menu.

Penurunan Penjualan Terbesar dalam Empat Tahun

Berdasarkan data dari London Stock Exchange Group (LSEG), penjualan global McDonald’s turun sebesar 1,5 persen pada triwulan ketiga 2024, melampaui prediksi para analis yang memperkirakan penurunan 0,72 persen. Ini merupakan penurunan terbesar dalam empat tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Restoran cepat saji tersebut mengalami kesulitan mempertahankan pelanggan di pasar-pasar utamanya, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China. Konsumen di sejumlah negara beralih mencari opsi makan yang lebih terjangkau, termasuk memasak di rumah, akibat persepsi bahwa harga menu McDonald’s sudah terlalu mahal.

Kompetisi Ketat dengan Restoran Cepat Saji Lain

Permintaan konsumen yang melemah memaksa berbagai jaringan restoran cepat saji seperti Wendy’s, Burger King, dan Taco Bell mengandalkan promosi paket makanan dan penawaran terbatas untuk meningkatkan penjualan. Upaya tersebut terutama difokuskan pada pelanggan berpenghasilan rendah yang semakin sensitif terhadap harga.

CEO McDonald’s, Chris Kempczinski, menyatakan bahwa perusahaan akan terus berfokus pada keterjangkauan harga untuk memenuhi kebutuhan konsumen di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. “Kami memahami bahwa pelanggan semakin berhati-hati dalam mengatur pengeluaran mereka, dan itu menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.

Baca Juga  Wabah E Coli Racuni Quarter Pounder McDonald's Satu Meninggal dan Puluhan Dirawat di AS

Wabah E. Coli dan Dampaknya terhadap Operasional

Pada pekan lalu, McDonald’s terpaksa menghentikan sementara penyajian burger Quarter Pounders di 20 persen dari 14.000 gerainya di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah munculnya wabah E. coli yang menginfeksi 75 orang dan menewaskan setidaknya satu orang. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa sumber wabah kemungkinan berasal dari bawang iris yang digunakan dalam menu burger tersebut.

Namun, Departemen Pertanian Colorado menyatakan bahwa daging sapi yang digunakan dalam Quarter Pounders tidak termasuk sebagai penyebab wabah. Insiden ini menambah tantangan bagi McDonald’s dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.

Pertumbuhan di Pasar Domestik, Penurunan di Luar Negeri

Meski menghadapi sejumlah masalah, McDonald’s berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 0,3 persen di pasar AS pada kuartal III-2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh perpanjangan promosi paket makan seharga USD5 hingga Desember 2024 di sebagian besar gerainya di AS.

Namun, di pasar internasional, McDonald’s justru mengalami penurunan penjualan sebesar 2,1 persen, lebih dalam dari perkiraan analis yang memprediksi penurunan 1,21 persen.

Penurunan terbesar terjadi di Prancis dan Inggris, sementara di Asia, lemahnya belanja konsumen di China serta dampak konflik di Timur Tengah turut memperburuk kinerja perusahaan. Di kawasan tersebut, penjualan turun 3,5 persen dibandingkan dengan kenaikan 10,5 persen pada tahun lalu.

Baca Juga  Wabah E Coli Racuni Quarter Pounder McDonald's Satu Meninggal dan Puluhan Dirawat di AS

Laba Per Saham Tetap Naik

Meskipun penjualan global melemah, McDonald’s tetap mencatatkan kenaikan laba per saham pada kuartal III-2024. Laba bersih perusahaan mencapai USD3,23 per saham, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan USD3,19 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa McDonald’s masih mampu mengelola biaya operasional dan mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi pasar yang menantang.

Penurunan penjualan McDonald’s pada kuartal III-2024 mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri restoran cepat saji di tengah perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian ekonomi global.

Upaya perusahaan untuk fokus pada keterjangkauan harga dan promosi paket makanan diharapkan dapat membantu menarik kembali pelanggan.

Namun, McDonald’s perlu terus beradaptasi dengan dinamika pasar yang berkembang untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain terkemuka dalam industri makanan cepat saji.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait