JurnalLugas.Com – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel memastikan bahwa merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kelangsungan bisnis perusahaan. Hal ini disampaikan oleh VP Investor Relations Mitratel, Andi Setiawan, yang menegaskan kontribusi kedua operator tersebut terhadap pendapatan perusahaan relatif kecil.
Kontribusi Pendapatan XL Axiata dan Smartfren
Andi menjelaskan bahwa saat ini XL Axiata memberikan kontribusi sekitar 11% terhadap pendapatan Mitratel, sementara Smartfren hanya menyumbang 3%. “Kami meyakini dampak keseluruhan kepada Mitratel relatif kecil karena kontribusi keduanya terhadap revenue Mitratel kecil,” ujar Andi pada Senin (9/12/2024).
Mitratel juga telah mempertimbangkan skenario ke depan jika hanya ada tiga operator besar di pasar telekomunikasi Indonesia. Menurut Andi, jumlah overlapping site—atau lokasi menara yang digunakan bersama—akan lebih sedikit dibandingkan kasus merger Indosat dengan Hutchison.
Strategi Pengelolaan Overlapping Site
Mitratel memiliki sekitar 30 ribu menara yang sebagian besar belum digunakan oleh XL Axiata dan Smartfren. Hal ini memberikan ruang bagi kedua perusahaan untuk merelokasi perangkat mereka pasca-merger. Andi menambahkan bahwa proses penanganan overlapping site diperkirakan dapat selesai dalam waktu singkat.
“Karena kami memiliki jumlah menara yang besar, EXCL dan FREN memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan perangkat mereka. Kami optimistis proses relokasi dan penyelesaian site overlapping dapat diselesaikan dengan cepat,” jelasnya.
Dampak Jangka Panjang bagi Industri Telekomunikasi
Meski pada tahap awal merger ini dapat memengaruhi permintaan menara karena fokus integrasi jaringan, Andi menyebut dampak tersebut bersifat sementara. Dalam jangka panjang, merger ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif bagi industri telekomunikasi nasional dengan menciptakan persaingan yang lebih sehat.
“Dalam jangka pendek, dampaknya mungkin ada karena integrasi jaringan. Namun, secara keseluruhan dampaknya terhadap Mitratel akan tetap dapat dikelola dengan baik,” ujar Andi.
Proses Merger dan Harapan Sinergi
Merger XL Axiata dan Smartfren, yang diumumkan pada Mei 2024 melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), bertujuan untuk membentuk entitas baru bernama MergeCo. Proses penggabungan ini diharapkan menciptakan sinergi yang signifikan dan memperkuat layanan telekomunikasi di Indonesia.
Dengan merger ini, industri telekomunikasi diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih inovatif dan kompetitif, sekaligus memperkuat infrastruktur digital nasional.
Mitratel tetap optimistis menghadapi dinamika industri, termasuk dampak merger XL Axiata dan Smartfren. Dengan strategi pengelolaan yang matang dan skenario jangka panjang yang telah disiapkan, Mitratel yakin mampu mempertahankan stabilitas bisnis sekaligus mendukung pengembangan ekosistem telekomunikasi nasional.






