JurnalLugas.Com – Pilkada Depok 2024 menjadi momen bersejarah bagi dinamika politik Kota Depok. Setelah dua dekade dominasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hasil rekapitulasi suara yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (2/12) malam menunjukkan kemenangan pasangan calon nomor urut 02, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah.
Pasangan yang diusung oleh Koalisi Perubahan Depok Maju ini berhasil meraih 451.785 suara, unggul atas pasangan nomor urut 01, Imam Budi Hartono dan Ririn A Rafiq, yang hanya memperoleh 396.863 suara. Dengan demikian, dominasi PKS di Depok yang telah berlangsung selama dua dekade pun terancam runtuh.
Kekuatan Koalisi Perubahan Depok Maju
Supian dan Chandra didukung oleh 12 partai politik besar yang tergabung dalam Koalisi Perubahan Depok Maju, di antaranya Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PPP, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dukungan luas ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pasangan tersebut.
Sebaliknya, pasangan Imam dan Ririn yang diusung PKS bersama Partai Golkar gagal mengimbangi kekuatan koalisi besar ini. Hasilnya, Imam dan Ririn hanya mampu unggul di empat kecamatan, sedangkan Supian dan Chandra menguasai tujuh kecamatan lainnya.
Partisipasi Pemilih dan Rekapitulasi Suara
Jumlah pemilih di Kota Depok pada Pilkada 2024 mencapai 881.012 orang. Dari jumlah tersebut, 848.648 suara dinyatakan sah, sementara 32.364 suara tidak sah. Tingkat golput yang mencapai sekitar 500.000 suara menunjukkan masih adanya tantangan dalam meningkatkan partisipasi pemilih.
Hasil ini diperoleh melalui Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara tingkat Kota Depok. Proses ini mencakup rekapitulasi data pemilih, penggunaan hak suara, dan suara sah dari seluruh kecamatan.
Akhir Dominasi PKS di Depok
Kota Depok selama ini dikenal sebagai basis kuat PKS, dengan kemenangan konsisten sejak Pilkada 2005. Mohammad Idris, yang diusung PKS, berhasil memimpin Depok dalam dua periode terakhir. Namun, Pilkada 2024 menjadi akhir dari dominasi ini.
Imam Budi Hartono, kader PKS sekaligus Ketua DPD PKS Depok, gagal melanjutkan tradisi kemenangan partainya. Sebagai Wakil Wali Kota Depok periode 2020–2025, ia tidak mampu menarik dukungan yang cukup besar untuk mempertahankan kendali PKS di kota ini.
Jika tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Supian Suri akan dilantik sebagai Wali Kota Depok dan Chandra Rahmansyah sebagai Wakil Wali Kota pada 10 Februari 2025. Pasangan ini akan memimpin Depok hingga tahun 2030.
Kemenangan ini membawa harapan baru bagi Depok di bawah kepemimpinan Supian dan Chandra. Dengan dukungan koalisi besar, mereka diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang signifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Depok.
Keberhasilan pasangan ini sekaligus menjadi pelajaran penting bagi PKS dan partai lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan pendekatan politik dalam menghadapi perubahan dinamika pemilih.






